Wamenkomdigi: Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Bisa Jadi Game Changer Ekonomi Digital RI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria menilai, layanan internet 100 Mbps dengan harga Rp 100 ribu per bulan berpotensi menjadi game changer bagi pemerataan akses digital di Indonesia. Menurutnya, internet murah dan cepat dapat membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan publik, hingga ekonomi digital.
“Kalau kita bisa menyediakan internet 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu, ini akan menjadi game changer. Ini bukan hanya soal koneksi internet, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses digital yang lebih setara,” ujar Nezar dalam keterangan resmi, Rabu (27/5/2026).
Nezar mengatakan cakupan jaringan telekomunikasi nasional sebenarnya sudah mencapai 97% wilayah berpenduduk. Namun, kualitas layanan internet dan keterjangkauan harga masih menjadi tantangan utama transformasi digital nasional.
Menurutnya, kebutuhan internet cepat dan stabil kini semakin mendesak seiring meningkatnya aktivitas digital di sektor pendidikan, kesehatan, layanan publik, hingga ekonomi digital. Karena itu, pemerintah ingin memastikan akses internet berkualitas dapat dinikmati lebih merata oleh masyarakat.
Baca Juga
IRA Internet Rakyat Meluncur, Surge (WIFI) Tawarkan Internet 100 Mbps Rp 100.000
“Kita ingin akses digital ini semakin inklusif. Jangan sampai ada masyarakat yang tertinggal hanya karena tidak mampu mengakses internet yang berkualitas,” jelasnya.
Ia menambahkan pemerataan konektivitas membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri telekomunikasi, dan berbagai pemangku kepentingan. Tantangan geografis Indonesia juga dinilai memerlukan pendekatan inovatif agar layanan internet dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efisien.
Selain memperluas akses, Kemenkomdigi juga mendorong peningkatan kualitas jaringan nasional untuk mendukung kebutuhan teknologi masa depan seperti artificial intelligence (AI), cloud computing, Internet of Things (IoT), dan ekonomi digital nasional.
“Ke depan kebutuhan bandwidth kita akan semakin besar. Karena itu, kualitas internet dan keterjangkauan harga harus berjalan bersama,” tutup Nezar.

