16 Tahun Bitcoin Pizza Day, Dari Dua Pizza ke Aset Bernilai Miliaran Dolar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Komunitas Bitcoin memperingati 16 tahun Bitcoin Pizza Day pada 22 Mei 2026, mengenang transaksi pertama penggunaan Bitcoin di dunia nyata untuk membeli barang. Momen tersebut terjadi pada Mei 2010 ketika Laszlo Hanyecz menukarkan 10.000 Bitcoin (BTC) dengan dua pizza Papa John’s.
Saat transaksi dilakukan, nilai 10.000 BTC hanya sekitar US$ 41. Namun, dengan harga Bitcoin saat ini, nilai aset tersebut setara ratusan juta dolar AS. Bahkan, pada rekor harga tertinggi Bitcoin yang mendekati US$ 126.000 pada Oktober 2025, nilai 10.000 BTC itu diperkirakan melampaui US$ 1,2 miliar.
Pendiri bursa kripto WazirX, Nischal Shetty, mengatakan Bitcoin Pizza Day menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah aset digital karena membuktikan Bitcoin dapat digunakan sebagai alat tukar nyata, bukan sekadar eksperimen internet.
“Bitcoin Pizza Day mengubah Bitcoin dari eksperimen internet menjadi jaringan ekonomi nyata,” kata Shetty dilansir Coinmarketcapnews, Sabtu (23/5/2026).
Baca Juga
Sambut Bitcoin Pizza Day, Bittime Gelar Kampanye Trade Any Coin and Earn BTC
Pada 2010, jaringan Bitcoin disebut hanya memproses ratusan transaksi per hari dengan infrastruktur pembayaran dan partisipasi institusional yang masih sangat terbatas.
Seiring perkembangan industri kripto, narasi Bitcoin kini tidak lagi sekadar berkaitan dengan transaksi digital, tetapi juga mulai masuk ke ranah kebijakan ekonomi dan geopolitik global. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara mulai membahas kemungkinan penggunaan Bitcoin dalam sistem pembayaran, cadangan strategis, hingga perdagangan lintas batas.
Salah satu contohnya adalah pembahasan RUU Missouri HB2080 di Amerika Serikat yang mengusulkan kerangka kebijakan terkait cadangan berbasis Bitcoin. Selain itu, pada April 2026 muncul laporan bahwa Iran mempertimbangkan penggunaan Bitcoin, stablecoin dolar AS, dan yuan China untuk pembayaran tol pengiriman minyak di Selat Hormuz.
Baca Juga
SpaceX Ungkap Kepemilikan Bitcoin Rp 23 Triliun Jelang IPO Raksasa
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai penggunaan Bitcoin secara penuh untuk transaksi lintas negara dalam skala besar masih menghadapi tantangan implementasi dan regulasi. Dalam praktiknya, stablecoin yang dipatok pada mata uang fiat dinilai lebih banyak digunakan untuk efisiensi transaksi dan kepastian regulasi.
Bitcoin Pizza Day pun dinilai menjadi simbol perjalanan panjang Bitcoin, dari sekadar eksperimen teknologi menjadi bagian dari diskusi ekonomi dan kebijakan global.
Harga Berfluktuasi
Sementara menilik data Coinmarketcap, Sabtu (23/5/2026) pukul 09.35 WIB harga Bitcoin kembali melemah dalam perdagangan 24 jam terakhir di tengah tekanan jual yang masih membayangi pasar kripto global. Bitcoin turun 2,79% ke level US$ 75.388.
Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar US$ 1,51 triliun dengan volume perdagangan harian mencapai US$ 29,48 miliar. Sementara itu, dominasi Bitcoin di pasar kripto global masih tetap kuat seiring investor terus memantau arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan pergerakan aset berisiko.
Pergerakan grafik menunjukkan Bitcoin sempat berada di kisaran US$ 77.500 sebelum mengalami tekanan bertahap hingga menyentuh area US$ 75.000. Koreksi tersebut terjadi di tengah aksi ambil untung investor setelah reli harga dalam beberapa waktu terakhir.
Data CoinMarketCap juga mencatat total suplai Bitcoin saat ini mencapai 20,03 juta BTC dari batas maksimal 21 juta BTC. Adapun fully diluted valuation (FDV) Bitcoin berada di level US$ 1,58 triliun.
Pelaku pasar kini menanti sentimen baru yang dapat menggerakkan harga Bitcoin, termasuk perkembangan regulasi kripto global, arus dana institusional, serta arah suku bunga bank sentral AS.

