Cetak Laba Perdana, GOTO Kandidat Special Award di The Best Investortrust Companies 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), perusahaan teknologi digital terbesar di Indonesia, masuk dalam daftar kandidat penerima penghargaan The Best Investortrust Companies 2026 kategori special award setelah berhasil mencatatkan laba bersih perdana pada kuartal I-2026.
Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi GOTO setelah bertahun-tahun fokus pada pertumbuhan skala bisnis dan efisiensi operasional. Torehan laba ini memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu emiten teknologi nasional yang mulai menunjukkan model bisnis berkelanjutan di tengah tekanan industri digital global.
Ajang The Best Investortrust Companies 2026 mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk. Penghargaan ini menyoroti emiten yang mampu menjaga performa bisnis di tengah tekanan geopolitik global, reformasi tata kelola, dan disiplin fiskal yang semakin ketat.
Dalam proses penjurian, Investortrust menggunakan indikator kuantitatif dan kualitatif seperti return saham 1 tahun, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi selama 3 tahun, margin operasional, perputaran aset, hingga return on equity. Kategori special award Path to Profitability Award diberikan kepada emiten yang berhasil menunjukkan transformasi fundamental menuju profitabilitas berkelanjutan.
GOTO mencatatkan laba bersih sebesar Rp 171 miliar pada kuartal I-2026, berbalik dari rugi bersih Rp 367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Selasa (28/4/2026), capaian tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bersih dari Rp 4,23 triliun menjadi Rp 5,34 triliun. Pada saat yang sama, perseroan berhasil menjaga pertumbuhan biaya dan beban tetap terkendali, yang naik dari Rp 4,42 triliun menjadi Rp 4,92 triliun.
Direktur Utama GoTo Gojek Tokopedia Hans Patuwo menyebut pencapaian ini sebagai momen bersejarah bagi perseroan. “Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami. Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi, dan mitra usaha,” ujarnya pada Selasa (28/4/2026).
Baca Juga
Danantara Borong Saham GOTO Bertahap, Rosan: Untuk Sejahterakan Ojol
Ia menambahkan GOTO akan terus mempercepat pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan dan investasi berkelanjutan pada kapabilitas bisnis. “Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia,” katanya.
Hans juga menegaskan pencapaian ini tidak terlepas dari kontribusi jutaan mitra pengemudi di seluruh Indonesia. “GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver,” ujarnya.
Efisiensi Membuahkan Hasil
Direktur Keuangan GoTo Gojek Tokopedia Simon Ho mengatakan kinerja kuartal I-2026 mencerminkan operating leverage yang semakin kuat secara struktural. “Pertumbuhan pendapatan melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis fintech maupun on-demand services. Biaya layanan kami juga menurun seiring strategi teknologi dan kecerdasan buatan yang mulai membuahkan hasil,” katanya.
Ia menambahkan perseroan memasuki sisa tahun ini dengan arus kas bebas disesuaikan yang tetap positif serta neraca keuangan yang kuat. GOTO juga kembali menegaskan panduan EBITDA disesuaikan sepanjang tahun sebesar Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.
Dari sisi operasional, jumlah pengguna bertransaksi tahunan grup tumbuh 22% menjadi 69 juta pengguna. Pendapatan bersih meningkat 26% menjadi Rp 5,34 triliun seiring pertumbuhan Gross Transaction Value inti sebesar 65% menjadi Rp 138 triliun. Sementara itu, total gross transaction value mencapai Rp 236 triliun atau naik 63%.
EBITDA grup yang disesuaikan mencapai Rp 907 miliar atau melonjak 131%, memperkuat langkah perseroan menuju target profitabilitas penuh sepanjang tahun. GOTO juga mencatat arus kas bebas disesuaikan positif sebesar Rp 1,3 triliun.
Baca Juga
GoTo Akan Buy back Saham Rp 3,5 Triliun, Tujuan Ini Diungkap
Capaian ini mencerminkan perbaikan fundamental bisnis yang semakin solid, didukung peningkatan profitabilitas dan disiplin pengelolaan biaya. Imbalan jasa e-commerce dari Tokopedia tercatat sebesar Rp 288 miliar. Di sisi teknologi, perseroan terus memperkuat kapabilitas digital melalui pengembangan kecerdasan buatan yang terintegrasi dalam berbagai layanan.
Seleksi menuju tahap akhir
Dalam ajang The Best Investortrust Companies 2026, dari total 967 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos seleksi tahap awal. Seleksi kemudian diperketat melalui indikator tambahan sehingga hanya 84 emiten yang melaju ke tahap lanjutan.
Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, mulai dari proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara manajemen, hingga rapat final dewan juri. Puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (26/5/2026).

