BBRI Masuk Kandidat The Best Investortrust Companies 2026, Laba dan Kredit Tumbuh Solid
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi salah satu kandidat kuat peraih penghargaan The Best Investortrust Companies 2026, ajang apresiasi tahunan yang diselenggarakan Investortrust untuk emiten-emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bank pelat mera ini masuk nominasi karena berhasil menjaga pertumbuhan bisnis secara konsisten, memiliki fundamental keuangan yang kuat, profitabilitas tinggi, posisi kas yang sehat, serta kualitas layanan kesehatan yang terus berkembang di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis nasional.
Tahun 2025, BBRI mencatatkan kenaikan PPOP dari Rp 116,37 triliun menjadi Rp 119,43 triliun. Laba bersih mencapai Rp 56,65 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 59,94 triliun. NIM tetap kuat mencapai 7,7% dan pertumbuhan kredit mencapai 12%.
Baca Juga
Adapun kuartal I-2026, BBRI berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih sebanyak 13,8% dari Rp 13,74 triliun emnjadi Rp 15,63 triliun. PPOP melesat dari Rp 29,80 triliun menjadi Rp 32,18 triliun. Pertumbuhan kredit mencapai 13,7% dan pertumbuhan CASA mencapai 13,2%.
Analis KB Valbury Sekuritas Akhmad Nurcahyadi dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa kinerja keuangan BBRI pada kuartal I-2026 tumbuh solid dengan kenaikan laba bersih sebesar 13,8% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut ditopang penurunan tajam biaya dana (cost of funding), provisi yang lebih rendah, serta pertumbuhan dana murah atau CASA yang kuat.
Hal ini mendorong valbury Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi buy saham BBRI dengan target harga Rp 4.010 per saham. Target ini mencerminkan valuasi 1,8 kali price to book value (PBV) 2026. Saat ini, saham BBRI diperdagangkan pada valuasi 1,4 kali PBV 2026 atau di bawah level minus dua standar deviasi.
“Kinerja laba BBRI pada kuartal I-2026 sudah sesjalan ekspektasi kami maupun konsensus pasar untuk tahun penuh 2026, dengan realisasi mencapai sekitar 26% dari proyeksi laba setahun penuh. Pertumbuhan laba ditopang pendapatan bunga bersih yang tetap kuat di tengah tren penurunan yield kredit,” tulisnya.
Baca Juga
Bank Syariah Indonesia (BRIS) Calon Kuat Penerima 'The Best Investortrust Companies 2026'
KB Valbury juga memberikan pandangan positif terhadap BBRI atas keberhasilannya mencatatkan pertumbuhan tabungan sebanyak 11,5% secara tahunan, terutama didorong pertumbuhan segmen affluent saving account sebesar 45,5%. Hal tersebut dinilai menunjukkan keberhasilan BBRI menarik likuiditas nasabah kelas atas. Kuatnya pertumbuhan CASA memainkan peran penting dalam menekan biaya bunga dan menopang pertumbuhan laba pada awal tahun ini.
Sementara itu, penyaluran kredit BBRI tumbuh 13,7% secara tahunan menjadi Rp 1.526,45 triliun. Pertumbuhan tersebut melampaui pertumbuhan industri perbankan nasional per Maret 2026, target manajemen, maupun proyeksi analis. Pertumbuhan kredit terutama ditopang ekspansi agresif di segmen korporasi yang tumbuh 42,1% secara tahunan. Porsi kredit korporasi terhadap total portofolio kredit meningkat dari 18% menjadi 22,5% pada kuartal I-2026.
Ke depan, manajemen BBRI menargetkan pertumbuhan kredit berada di kisaran 7%-9% sepanjang 2026. NIM diperkirakan tetap terjaga di level 7,4%-7,8%, sementara CoC diproyeksikan berada di rentang 2,9%-3,2%.

