Bank CIMB Niaga (BNGA) Kandidat Kuat The Best Investortrust Companies 2026, Laba dan Digitalisasi Terus Tumbuh
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menjadi salah satu kandidat kuat peraih penghargaan The Best Investortrust Companies 2026, ajang apresiasi tahunan yang diselenggarakan Investortrust untuk emiten-emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI).
CIMB Niaga masuk dalam nominasi karena dinilai mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara konsisten, memiliki fundamental keuangan yang kuat, profitabilitas yang solid, serta likuiditas yang sehat di tengah dinamika industri perbankan nasional.
Kinerja Perseroan sepanjang 2025 menunjukkan ketahanan bisnis yang kuat. CIMB Niaga berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp6,93 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp6,9 triliun. Stabilitas laba tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan menjaga kinerja di tengah kompetisi likuiditas dan tekanan biaya dana yang semakin ketat.
Momentum pertumbuhan juga berlanjut pada kuartal pertama 2026. CIMB Niaga mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dengan earnings per share (EPS) mencapai Rp70,20.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan, mengatakan pencapaian tersebut didukung strategi pertumbuhan kredit yang selektif, penguatan dana murah, serta disiplin pengelolaan biaya.
“Pendapatan tetap terjaga stabil, didukung pertumbuhan fee-based income serta pengelolaan biaya yang prudent. CASA kami mencapai 73,9%, tertinggi sejauh ini, sehingga memperkuat kemampuan menjaga margin,” ujar Lani dikutip Senin (18/5/2026).
Baca Juga
CIMB Niaga (BNGA) Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 2,3 Triliun pada Kuartal I 2026
Hingga Maret 2026, total dana pihak ketiga Perseroan mencapai Rp260,1 triliun atau tumbuh 2,3% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang kenaikan current account savings account (CASA) sebesar 12,2% menjadi Rp192,3 triliun, yang sekaligus memperkuat struktur likuiditas Perseroan.
Di sisi intermediasi, kredit CIMB Niaga tumbuh moderat sebesar 2,2% menjadi Rp235,1 triliun. Segmen korporasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 4,8%, disusul segmen UKM dan ritel. Sementara pada bisnis konsumer, Kredit Pemilikan Mobil (KPM) masih menjadi kontributor terbesar.
Pendekatan ekspansi kredit yang selektif tersebut dinilai mencerminkan kehati-hatian Perseroan dalam menjaga kualitas aset. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah yang tetap rendah dengan cost of credit terjaga di bawah 1%.
Transformasi digital menjadi salah satu motor utama pertumbuhan CIMB Niaga. Saat ini, lebih dari 90% transaksi nasabah telah dilakukan melalui kanal non-cabang, menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam membangun ekosistem layanan perbankan digital yang semakin terintegrasi.
Platform OCTO terus diperkuat sebagai pusat layanan digital bagi nasabah individu, mulai dari transaksi harian hingga layanan investasi seperti reksa dana, obligasi, dan pembelian emas.
Tidak hanya di segmen ritel, CIMB Niaga juga memperkuat layanan digital untuk nasabah bisnis melalui OCTOBIZ, platform digital terintegrasi yang dirancang untuk mendukung pengelolaan transaksi perusahaan secara lebih efisien, baik domestik maupun internasional.
Baca Juga
CIMB Niaga Approves $255 Million Dividend Payout as 2025 Profits Hit Milestone
Sejak diluncurkan pada awal 2026, OCTOBIZ telah digunakan lebih dari 20.000 perusahaan, mencerminkan tingginya kebutuhan dunia usaha terhadap layanan transaksi digital yang cepat dan efisien.
Di segmen syariah, CIMB Niaga tetap mempertahankan posisinya sebagai Unit Usaha Syariah terbesar di Indonesia dengan total pembiayaan mencapai Rp52,9 triliun dan dana pihak ketiga sebesar Rp45 triliun.
Komitmen Perseroan terhadap pembiayaan berkelanjutan juga semakin kuat. Hingga kuartal pertama 2026, pembiayaan berkelanjutan CIMB Niaga mencapai Rp60,2 triliun atau sekitar 26% dari total portofolio pembiayaan. Hampir separuh pembiayaan tersebut dialokasikan untuk sektor UMKM, disusul sektor energi terbarukan yang terus bertumbuh.
Dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 25,3% dan loan to deposit ratio (LDR) di level 89,2%, CIMB Niaga dinilai memiliki ruang ekspansi yang luas untuk menangkap peluang pertumbuhan ke depan tanpa mengorbankan stabilitas bisnis.
Ke depan, Perseroan akan tetap fokus memperkuat CASA, meningkatkan fee based income, serta menjaga ekspansi kredit yang selektif dan berkualitas. Strategi tersebut dinilai relevan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dengan kombinasi fundamental yang solid, transformasi digital yang agresif, serta komitmen kuat terhadap pembiayaan berkelanjutan, CIMB Niaga dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Ajang The Best Investortrust Companies 2026 mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk. Penilaian dilakukan berdasarkan delapan indikator utama, yakni return saham satu tahun, volatilitas, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi tiga tahun, margin operasional, asset turnover, danreturn on equity (ROE).
Selain aspek keuangan, penjurian mempertimbangkan tata kelola perusahaan, transparansi, keterbukaan informasi, serta kemampuan emiten menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Dari total 967 emiten di BEI, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos tahap awal seleksi. Seleksi kemudian diperketat lagi melalui sejumlah indikator tambahan sehingga hanya 84 emiten yang berhasil melaju ke tahap lanjutan.
Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, mulai dari proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara, hingga rapat final dewan juri. Acara puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.

