Fundamental Melesat, Surge (WIFI) Bersaing di The Best Investortrust Companies 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge tercatat sebagai salah satu kandidat kuat penerima penghargaan The Best Investortrust Companies 2026 dengan nominasi per sektor. Emiten teknologi digital ini dinilai berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang agresif seiring ekspansi masif jaringan serat optik dan penguatan layanan konektivitas nasional.
Ajang The Best Investortrust Companies 2026 merupakan penghargaan tahunan yang menilai emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan kombinasi performa keuangan, operasional, tata kelola, transparansi, dan kemampuan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk, penghargaan ini hadir di tengah dinamika pasar yang semakin menuntut emiten memiliki ketahanan bisnis dan arah pertumbuhan berkelanjutan.
Baca Juga
Arwin Rasyid dan Fadel Muhammad Mendadak Jadi Pemegang Saham Solusi Sinergi (WIFI), Jumlahnya Segini
Dalam proses penjurian, Investortrust menggunakan indikator kuantitatif dan kualitatif seperti return saham selama 1 tahun, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi selama 3 tahun, margin operasional, asset turnover, hingga return on equity atau tingkat pengembalian ekuitas.
PT Solusi Sinergi Digital mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 408,6 miliar pada 2025. Angka tersebut melonjak 76,75% dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Yune Marketatmo mengatakan pertumbuhan tersebut didorong ekspansi agresif jaringan serat optik nasional dan penguatan layanan konektivitas fixed broadband atau internet kabel berkecepatan tinggi. Kinerja tersebut turut mendorong peningkatan laba per saham dasar dari Rp 99,44 pada 2024 menjadi Rp 111,19 pada 2025.
Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan usaha bersih sebesar Rp 1,66 triliun atau naik 147% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi utama berasal dari segmen telekomunikasi melalui penyediaan infrastruktur serat optik dan layanan internet berbasis jaringan tetap.
Sementara itu, segmen periklanan digital tetap memberikan kontribusi stabil melalui ekosistem media digital yang terintegrasi di berbagai moda transportasi dan area publik.
Surge juga mencatatkan basis pelanggan mencapai 2,5 juta home pass atau rumah yang telah terjangkau jaringan, serta 1,5 juta home connect atau pelanggan aktif, dengan tingkat penyerapan layanan mencapai 60%.
Ekspansi Infrastruktur Jadi Mesin Pertumbuhan
Dari sisi efisiensi, perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp 1,15 triliun dengan margin EBITDA mencapai 69%. Capaian ini mencerminkan optimalisasi pemanfaatan jaringan infrastruktur yang semakin efisien.
Hingga akhir 2025, total aset perseroan melonjak lebih dari 5 kali lipat menjadi Rp 15,17 triliun. Pertumbuhan ini terutama ditopang peningkatan aset tetap neto sebesar Rp 5,22 triliun seiring pembangunan jaringan serat optik nasional. Total liabilitas tercatat sebesar Rp 6,65 triliun atau naik 243,3%, sementara ekuitas melonjak 778,28% menjadi Rp 8,51 triliun.
Kondisi tersebut memperkuat basis modal perseroan untuk menopang ekspansi lanjutan. Likuiditas perseroan juga menunjukkan perbaikan signifikan. Posisi kas dan setara kas melonjak menjadi Rp 6,16 triliun pada akhir 2025, jauh di atas posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 18,5 miliar.
Penerimaan kas dari pelanggan mencapai Rp 1,46 triliun, meningkat lebih dari 2 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan kualitas pendapatan yang sehat dan siklus penagihan yang lancar.
Baca Juga
Solusi Sinergi (WIFI) Eksekusi Dua Aksi Korporasi Bernilai Rp 8,4 Triliun, Dananya Untuk Ini
Sebagai katalis pertumbuhan berikutnya, perseroan menyiapkan teknologi 5G Fixed Wireless Access melalui layanan IRA atau Internet Rakyat. Teknologi ini mengintegrasikan jaringan fiber backbone dengan konektivitas nirkabel pada jalur akhir untuk memperluas akses internet broadband terjangkau di Indonesia.
Dalam ajang The Best Investortrust Companies 2026, dari total 967 emiten di Bursa Efek Indonesia, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos seleksi awal. Tahapan seleksi kemudian diperketat hingga menyisakan 84 emiten yang melaju ke tahap lanjutan.
Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, mulai dari proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara, hingga rapat final dewan juri. Acara puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026.

