Hadiah Ultah ke-82 Prajogo, Saham Didepak MSCI hingga Kekayaan Tergerus
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Miliarder Indonesia Prajogo Pangestu tepat berulang tahun ke-82 pada Rabu (13/5/2026). Namun, perayaan ulang tahun pendiri Grup Barito itu dibayangi tekanan besar terhadap saham-saham emiten yang berada di bawah kendalinya setelah keputusan MSCI mengeluarkan sejumlah saham dari MSCI Global Standard Indexes.
Sebagaimana diketahui, MSCI resmi menghapus enam saham Indonesia dari indeks globalnya. Tiga di antaranya merupakan emiten yang dikendalikan Prajogo, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Baca Juga
Saham AMMN hingga BREN Terancam Forced Selling Usai Dicoret MSCI
Dampaknya langsung terlihat pada kapitalisasi pasar emiten-emiten Grup Barito. BREN yang sebelumnya menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di Bursa Efek Indonesia (BEI), kini turun ke posisi keempat setelah disalip BBCA, DCII, dan BBRI. Sementara itu, TPIA juga turun menjadi emiten dengan kapitalisasi terbesar peringkat ketujuh.
Tekanan jual juga menyeret nilai kekayaan Prajogo Pangestu. Berdasarkan data Forbes real time pada sore hari, kekayaan Prajogo tercatat menyusut US$ 890,4 juta atau 4,48%, sehingga total hartanya turun menjadi US$ 19 miliar. Meski demikian, ia masih menyandang status sebagai orang terkaya di Indonesia.
Pelemahan kekayaan tersebut sejalan dengan anjloknya harga saham emiten-emiten Grup Barito pada perdagangan hari ini. Saham TPIA mencatat penurunan paling dalam hingga menyentuh auto reject bawah (ARB) sebesar 14,85% menjadi Rp4.300 per saham.
Baca Juga
OJK Percepat Reformasi Pasar Modal Usai Rebalancing MSCI, Fokuskan Ini
Sementara itu, saham BREN turun 11,36% menjadi Rp3.200, saham CUAN melemah 10,05% menjadi Rp850, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 8,77% menjadi Rp2.080, dan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) terkoreksi 6,51% menjadi Rp5.025.
Berdasarkan data kapitalisasi pasar enam emiten Prajogo turun dari Rp1.431,51 triliun menjadi Rp1.267,39 triliun dalam sehari. Artinya, kapitalisasi pasar grup emiten tersebut menyusut sekitar Rp 164,12 triliun hanya dalam sehari.

