Rilis Dana Pasar Uang Berbasis Blockchain di Ethereum, BlackRock dan JPMorgan Berlomba Garap Tokenisasi RWA
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Raksasa jasa keuangan dan bank investasi multinasional asal Amerika Serikat (AS) JPMorgan Chase mempercepat langkah tokenisasi aset dengan mengajukan peluncuran dana pasar uang berbasis blockchain kepada U.S. Securities and Exchange Commission (SEC). Dana bernama OnChain Liquidity-Token Money Market Fund tersebut akan beroperasi di jaringan Ethereum dan berinvestasi pada instrumen keuangan tradisional seperti obligasi Treasury AS jangka pendek, uang tunai, serta perjanjian repo berbasis utang pemerintah.
Melalui skema tokenisasi ini, investor dapat mengelola kepemilikan dana dalam bentuk saldo token yang dicatat langsung di blockchain. Investor yang telah mendapat otorisasi juga dapat melakukan pembelian, penebusan, maupun transfer dana secara langsung melalui infrastruktur blockchain Ethereum.
Infrastruktur teknologi dana tersebut dikembangkan oleh Kinexys Digital Assets, unit blockchain milik JPMorgan yang sebelumnya dikenal sebagai Onyx. Kinexys juga memastikan struktur dana tetap sesuai dengan persyaratan aset cadangan dalam Undang-Undang GENIUS AS yang mengatur penerbit stablecoin di Amerika Serikat.
Baca Juga
ETH Tertekan, Kinerja Ethereum Kalah 35% dari Bitcoin Setahun Terakhir
Langkah JPMorgan menunjukkan semakin kuatnya tren adopsi blockchain oleh institusi keuangan global. Sebelumnya, BlackRock juga mengajukan produk treasury berbasis blockchain, termasuk dana pasar uang tokenisasi senilai sekitar US$7 miliar.
Tokenisasi aset sendiri merupakan proses representasi aset keuangan konvensional menjadi token digital di blockchain. Teknologi ini dinilai mampu mempercepat proses penyelesaian transaksi, meningkatkan transparansi, serta memungkinkan transaksi berlangsung hampir secara instan.
Melansir Cointurk, Rabu (13/5/2026) dana baru JPMorgan tersebut akan difokuskan pada investasi di sekuritas Treasury jangka pendek dan repo berbasis pemerintah. Investor nantinya dapat memantau kepemilikan aset mereka secara langsung melalui blockchain Ethereum.
Tren tokenisasi aset dunia nyata (real world assets/RWA) juga terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Nilai pasar total aset konvensional yang direpresentasikan di blockchain dilaporkan telah melampaui US$32 miliar atau meningkat lebih dari dua kali lipat dalam satu tahun terakhir. Produk treasury menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut karena banyak institusi mulai mencari cara yang lebih efisien untuk mengelola likuiditas dan posisi kas secara on chain.
Baca Juga
JPMorgan Sebut Arus Modal ke Kripto di Kuartal I 2026 Hanya Sepertiga dari Tahun Lalu
JPMorgan sendiri menjadi salah satu institusi keuangan terbesar yang aktif mengintegrasikan blockchain ke layanan perbankan arus utama. Pada Desember lalu, bank tersebut meluncurkan dana pasar uang berbasis blockchain bernama MONY di jaringan Ethereum untuk investor institusional. Selain itu, Kinexys juga telah menangani transaksi dan penyelesaian aset tokenisasi bagi klien korporasi sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur keuangan digital perusahaan.

