OKX Gandeng BlackRock dan Standard Chartered, Hadirkan Skema Jaminan Kripto Berbasis RWA
JAKARTA, investortrust.id - OKX mengumumkan peluncuran kerangka kerja bersama dengan BlackRock dan Standard Chartered untuk mengintegrasikan dana surat utang jangka pendek AS ter-tokenisasi BUIDL milik BlackRock ke dalam alur kerja jaminan (collateral). Kerangka kerja ini menjadi yang pertama kalinya bank dengan kategori globally systemically important bank (G-SIB) bertindak sebagai kustodian dalam pengaturan semacam ini.
Melalui struktur ini, klien OKX dapat menyimpan jaminan dalam kustodian off-exchange yang teregulasi, sembari tetap dapat memperdagangkan asetnya pada venue yang sama dan terintegrasi.
Melalui kerangka kerja bersama ini, klien VIP dan institusional OKX dapat menempatkan BUIDL sebagai jaminan yang disimpan off exchange dalam kustodian teregulasi Standard Chartered, sementara perdagangan tetap dapat dilakukan secara mulus di OKX Middle East meniadakan kebutuhan untuk memindahkan aset antar venue. Selain itu, BUIDL dapat disetorkan dan diperdagangkan secara on exchange, serta digunakan sebagai jaminan berimbal hasil (yield bearing collateral) untuk margin trading.
Kerangka kerja ini menyatukan BUIDL milik BlackRock yang di-tokenisasi oleh Securitize (yang telah mengumumkan rencana penggabungan bisnis dengan Cantor Equity Partners II, Inc kustodian teregulasi Standard Chartered selaku G-SIB, dan infrastruktur eksekusi serta margin institusional milik OKX. Kerangka ini menghadirkan model terintegrasi yang unik, di mana kustodian jaminan dan aktivitas perdagangan berlangsung dalam satu ekosistem yang terkoordinasi, mewakili kemajuan penting dalam upaya menanamkan tokenisasi ke dalam infrastruktur pasar global.
Baca Juga
Standard Chartered Ramal Harga XRP Bisa Terbang 330% di 2026, Kok Bisa?
Kerangka kerja ini menghadirkan tiga manfaat utama bagi pengguna. Pertama, melalui konsep modal yang produktif (capital at work), aset BUIDL dapat digunakan sebagai jaminan sehingga margin yang sebelumnya tidak aktif dapat dioptimalkan menjadi aset yang menghasilkan imbal hasil. Kedua, dalam aspek jaminan universal (universal collateral), platform OKX memperluas utilitas Real-World Assets dengan menjadikan BUIDL sebagai jaminan yang dapat digunakan secara menyeluruh di berbagai layanan dalam ekosistemnya. Ketiga, dari sisi perlindungan superior (superior protection), aset BUIDL yang diamankan oleh Standard Chartered memungkinkan klien tetap bertransaksi di OKX tanpa perlu memindahkan kustodi, sekaligus memberikan perlindungan tambahan terhadap risiko gagal bayar atau default dari pihak bursa.
Kerangka kerja ini, yang melibatkan perusahaan manajemen aset terbesar di dunia, sebuah bank Tier 1 global, dan bursa aset digital terkemuka, membentuk kerangka utilitas baru bagi ekosistem mata uang kripto. Inisiatif ini memadukan keamanan keuangan tradisional (TradFi) dengan kelincahan pasar digital, sekaligus menanamkan tokenisasi RWA ke inti dari infrastruktur pasar global.
"BUIDL dirancang untuk menghadirkan manfaat tokenisasi pada eksposur terhadap surat utang jangka pendek, sehingga investor yang memenuhi syarat dapat memperoleh imbal hasil dolar AS melalui rel blockchain. Kerangka kerja bersama OKX dan Standard Chartered ini memungkinkan investor yang memenuhi syarat untuk membuka peluang baru dalam memanfaatkan jaminannya,” ujar Global Head of Market Development di BlackRock Samara Cohen, dalam siaran pers, dikutip Kamis (30/4/2026).
Baca Juga
Global Managing Partner OKX Haider Rafique mengatakan, kolaborasi ini menyoroti potensi tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dalam skala besar. Dengan memungkinkan institusi menggunakan BUIDL sebagai jaminan on-chain pada platform global OKX, kami meningkatkan efisiensi modal sekaligus menunjukkan bagaimana instrumen keuangan tradisional dapat beroperasi secara mulus di pasar digital. Tokenisasi pada hakikatnya adalah membuat pasar yang sudah ada menjadi lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah diakses.
Global Head of Financing and Securities Services di Standard Chartered Margaret Harwood Jones menambahkan, peran perusahaan sebagai kustodian dalam inisiatif ini mencerminkan komitmen untuk menghadirkan solusi yang tepercaya dan inovatif bagi klien seiring perkembangan ekosistem keuangan. "Dengan menyediakan kustodi yang aman atas BUIDL untuk skema jaminan ini, kami memastikan klien dapat mengakses peluang aset digital dengan standar perlindungan dan kepatuhan yang tinggi. Kerangka kerja ini menunjukkan bagaimana lembaga keuangan tradisional dan infrastruktur pasar digital dapat bekerja sama untuk menghadirkan aset tertokenisasi secara aman dan efisien kepada investor global,” ujar Margaret.
“Kemitraan dengan G-SIB adalah pilihan yang disengaja, berakar pada bagaimana institusi sesungguhnya beroperasi. Klien yang sadar risiko mengharapkan jaminan perdagangannya disimpan oleh bank yang termasuk dalam kategori globally systemically important. Kerangka kerja ini dirancang untuk merefleksikan standar tersebut. Kombinasi struktur bankruptcy-remote dan sifat BUIDL sebagai jaminan berimbal hasil memberikan efisiensi modal sekaligus mitigasi risiko terbaik di kelasnya,” ujar CEO OKX MENA dan CIS Rifad Mahasneh.
Peluncuran ini didahului oleh proses pengujian dan integrasi institusional yang ekstensif. BUIDL milik BlackRock diterbitkan di blockchain publik dan berinvestasi pada kas, surat utang jangka pendek (US Treasury bills), serta perjanjian pembelian kembali dengan imbal hasil didistribusikan secara on chain. Integrasinya ke dalam kerangka jaminan OKX membuktikan bahwa RWA tertokenisasi dapat beroperasi dalam skala besar di dalam alur kerja institusional yang sudah ada untuk perdagangan, marjin, dan manajemen likuiditas.

