Hari Ini, Standard Chartered Mulai Layani Penyimpanan Kripto di UEA dengan Bitcoin dan Ethereum
JAKARTA, investortrust.id - Bank multinasional Standard Chartered akan mulai menawarkan layanan penyimpanan kripto di Uni Emirate Arab (UEA). Hari ini Rabu (10/9/2024), bank tersebut akan memulai layanan penyimpanan aset digital dengan Bitcoin dan Ethereum.
Melansir Cointelegraph, Selasa (10/9/2024), Standard Chartered telah memulai layanan kustodiannya dalam kemitraan dengan Brevan Digital, divisi aset kripto dari dana lindung nilai Brevan Howard. Layanan ini pertama kali diumumkan pada 10 Mei 2023, ketika bank menandatangani nota kesepahaman dengan Pusat Keuangan Internasional Dubai (DIFC), zona ekonomi khusus di UEA.
Solusi kustodian ini telah mendapat lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan Dubai (DFSA). Sementara layanannya akan dimulai dengan Bitcoin dan Ethereum, bank ingin memperluas cakupannya agar mencakup aset kripto yang lebih beragam dan memperluas layanan kustodiannya ke pusat keuangan lainnya.
Kepala Eksekutif Standard Chartered Bill Winters mengatakan, layanan baru tersebut yang menempatkan bank pada fase berikutnya dalam bisnis kustodian. Ia juga menjelaskan bahwa bank benar-benar percaya pada aset digital.
“Kami sangat yakin bahwa aset digital bukan sekadar tren sesaat, tapi perubahan mendasar dalam struktur keuangan,” katanya.
Baca Juga
Standard Chartered merupakan salah satu bank yang terus terjun ke industri kripto. Pada 18 Juli lalu, perusahaan tersebut bermitra dengan perusahaan Web3 Animoca Brands untuk berpartisipasi dalam sandbox penerbitan stablecoin yang dipimpin Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA).
Pada 29 Agustus, perusahaan bermitra dengan bursa Crypto.com untuk menyediakan layanan flat ke lebih dari 90 negara, dimulai dengan UEA. Kemitraan ini memungkinkan pelanggan untuk menyetor dan menarik dolar AS, dirham UEA, dan euro dalam platform perdagangan.
Baca Juga
Jutawan Kripto Melonjak 95% dalam Setahun, 172.300 Orang Punya Aset Digital di Atas Rp 15 Miliar
UEA merupakan salah satu negara terdepan dalam adopsi kripto. Menurut studi yang dilakukan oleh firma konsultan Henley and Partners, UEA berada di peringkat ketiga setelah Singapura dan Hong kong dalam adopsi aset digital.
UEA memperoleh skor 41,8 dalam Henley Cripto Adoption Index 2024 atau hampir menyamai Hong Kong. Negara ini memperoleh skor tertinggi dalam banyak kriteria studi, termasuk faktor ekonomi, inovasi, dan teknologi.

