Dipicu Kenaikan Beban, Laba United Tractors (UNTR) Susut 4%
JAKARTA, investortrust.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan penurunan laba periode berjalan 4% dari Rp 22,99 triliun pada 2022 menjadi Rp 22,13 triliun pada 2023. Penurunan tersebut dipicu atas kenaikan sejumlah beban.
Manajemen perseroan dalam rilis laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/2/2024) menyebutkan, pendapatan perseroan justru melesat dari Rp 123,60 triliun menjadi Rp 128,58 triliun pada 2023.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Gandeng Sumitomo dan Hitachi Dirikan Perusahaan Patungan Ini
Meski pendapatan meningkat, perseroan justru mencatatkan penurunan laba bersih. Penurunan dipengaruhi atas peningkatan beban penjualan, beban umum admistrasi, beban lain-lain, dan lompatan beban keuangan. Biaya keuangan naik dari Rp 759,93 miliar menjadi Rp 1,87 triliun.
Penurunan laba bersih tersebut menjadikan laba per saham perseroan turun tipis dari Rp 5.679 per saham menjadi Rp 5.675 per saham.
Baca Juga
Satu Visi Putra (VISI) Bidik Pertumbuhan Pendapatan 15% Tahun 2024
Sedangkan total aset perseroan melesat dari Rp 140,47 triliun menjadi Rp 154,02 triliun. Liabilitas perseroan juga bertumbuh dari Rp 50,96 triliun menjadi Rp 69.99 triliun.
Penurunanan laba bersih tersebut sejalan dengan penurunan volume penjualan alat berat Komatsu menjadi 5.270 tahun 2023, dibandingkan realisasi tahun 2022 sebanyak 5.753 triliun. Penjualan alat berat sektor pertambangan berkontribusi sebanyak 61%. Sisanya disumbangkan sektor konstruksi 17%, sektor kehutanan 12%, dan sektor Perkebunan 10%.

