United Tractors (UNTR) Cetak Kenaikan Pendapatan Jadi Rp 134,4 Triliun di 2024, Bagaimana Labanya?
JAKARTA, investortrust.id – Laba bersih PT United Tractors Tbk (UNTR) periode 2024 tergelincir sekitar 5,24% menjadi Rp 19,53 triliun, dibandingkan laba setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk UNTR sepanjang 2023 tercatat Rp 20,61 triliun. Penurunan berbanding terbalik dengan pendapatan yang justru melesat 5% dari Rp 128,58 triliun menjadi Rp 134,42 triliun pada akhir 2024.
“Penurunan disebabkan oleh laba kotor yang lebih rendah dari bisnis pertambangan batu bara termal dan metalurgi, serta peningkatan beban bunga,” jelas Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K Loebis, Kamis (27/2/2025).
Padahal berdasarkan laporan keuangan konsolidasian anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini sampai kuartal IV-2024, pendapatan bersih United Tractors naik 5% (yoy) menjadi Rp 134,4 triliun.
Segmen kontraktor penambangan menyumbang pendapatan terbesar yakni Rp 58 triliun yang 8% lebih tinggi dari 2023, disusul segmen mesin konstruksi sebesar Rp 37,3 triliun yang naik 2% (yoy).
Baca Juga
Selanjutnya, segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi berkontribusi atas pendapatan bersih Rp 26 triliun, terkoreksi 15% (yoy) karena penurunan rata-rata harga jual batu bara.
Sedangkan pendapatan bersih segmen pertambangan emas dan mineral lainnya justru naik 90% (yoy) menjadi Rp 9,9 triliun, terutama disebabkan peningkatan harga jual rata-rata emas.
“Pada kuartal keempat tahun 2023, grup perseroan memasuki bisnis nikel dan sedang dalam proses pengembangan aset nikel tersebut,” sambung Sara.
Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) itu mencatatkan penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 16% (yoy) menjadi 4.420 unit dari segmen usaha mesin konstruksi. Sara menjelaskan, hal ini terjadi karena penurunan kinerja di sektor pertambangan, konstruksi, dan kehutanan.
Baca Juga
Astra Agro (AALI) Cetak Kenaikan Pendapatan dan Laba di 2024, Nilainya Segini
Namun berdasarkan riset pasar internal, pangsa pasar Komatsu diyakini masih berkisar 26% dan memimpin pasar di sektor pertambangan.
Masih dari segmen usaha yang sama, penjualan Scania, terutama dari truk turun dari 715 unit menjadi 436 unit. Sedangkan penjualan produk UD Trucks turun dari 272 unit menjadi 234 unit. Penyebabnya sama, penurunan permintaan terutama di sektor pertambangan.
Sementara itu, pendapatan perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat sedikit meningkat sebesar 1% menjadi Rp 11,6 triliun. Total pendapatan bersih dari mesin konstruksi meningkat 2% menjadi Rp 37,3 triliun, terutama disebabkan oleh bauran produk dan pendapatan yang lebih tinggi dari suku cadang dan jasa.
Khusus segmen usaha kontraktor penambangan yang dioperasikan PT Pamapersada Nusantara, tercatat peningkatan volume pekerjaan pemindahan tanah sebesar 5% (yoy) pada 2024 menjadi 1.217 juta bank cubic meter (bcm). Ada pula peningkatan volume produksi batu bara untuk para kliennya sebesar 15% menjadi 148 juta ton, dengan rata-rata stripping ratio sebesar 8,2x.
Baca Juga
Saat Harga Emas Bullish, Saham United Tractors (UNTR) Jadi Pilihan Teratas, Ini Pertimbangannya
Di samping itu, segmen usaha pertambangan batu bara termal dan metalurgi yang dijalankan PT Tuah Turangga Agung mencetak volume penjualan batu bara sebesar 10,2 juta ton tahun lalu, termasuk 3,2 juta ton batu bara metalurgi. Total volume penjualan batu bara turut meliputi batu bara pihak ketiga yang mencapai 13,1 juta ton atau 11% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, usaha pertambangan emas United Tractors yang dioperasikan PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR), mencatatkan total penjualan setara emas sebesar 232 ribu ons yang 32% (yoy)
PTAR mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Martabe mencatatkan penjualan setara emas sebesar 230 ribu ons atau naik 31% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sedangkan SJR mengoperasikan tambang emas di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. SJR mencatatkan 1,8 ribu ons penjualan setara emas karena baru saja memulai penjualan pada kuartal IV-2024.
Baca Juga
Triputra Agro (TAPG) Cetak Lonjakan Laba Atribusi 94% di 2024, Nilainya Jadi Segini
Adapun kinerja bisnis nikel UNTR melalui PT Stargate Pasific Resources (SPR) mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 1.975 ribu wet metric ton (wmt) sampai kuartal IV-2024, yang terdiri dari 693 ribu wmt saprolit dan 1.282 ribu wmt limonit. SPR mengoperasikan tambang nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, Nickel Industries Limited (NIC) yang 19,99% dimiliki UNTR mencatat equity income untuk periode 12 bulan, sejak kuartal terakhir 2023 sampai sembilan bulan pertama tahun lalu. NIC merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi dengan aset utama yang berlokasi di Indonesia.
Operasional RKEF NIC melaporkan penjualan 34,4 ribu ton logam nikel pada kuartal IV-2023 dan 96,3 ribu ton logam nikel dalam sembilan bulan pertama tahun 2024.

