IHSG Menguat 0,65% Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 11.650 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat sebesar 0,97% sepekan terakhir, periode 18 – 22 Desember 2023.
Hingga penutupan perdagangan Jumat, (22/12/2023), kapitalisasi pasar saham tercatat Rp 11,65 kuadriliun dari Rp 11,54 kuadriliun pada pekan sebelumnya.
P.H. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmadi mengatakan, kenaikan kapitalisasi pasar didorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,65% menjadi berada pada posisi 7.237,519 dari 7.190,988 pada penutupan pekan lalu.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Alihkan Bisnis Data Center Bernilai Rp 2,65 Triliun
Kebijakan suku bunga acuan dinilai menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham sepekan terakhir. Diketahui Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed menahan Federal Funds Rate di level 5,25 – 5,50%.
Sementara Bank Indonesia mempertahankan BI7DDR di angka 6%. Pelaku pasar mulai optimistis The Fed akan memangkas suku bunga pada tahun 2024, yang kemudian mendorong akumulasi pelaku pasar.
Kendati IHSG menguat, aktivitas perdagangan tidak seramai pekan sebelumnya, di mana rata-rata frekuensi transaksi harian saham selama sepekan terakhir mengalami penurunan 13,60% menjadi 1.094.283 kali transaksi dari 1.266.561 kali transaksi pada pekan lalu.
Baca Juga
IHSG Naik ke Level Tertinggi Baru, Saham Tercuan Dipimpin GOLD
“Penurunan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian saham selama sepekan sebesar 15,76% menjadi Rp 12,63 triliun dari Rp 14,99 triliun pada sepekan yang lalu,” urai Kautsar dalam keterangan yangn dikutip, Sabtu (23/12/2023).
Rata-rata volume transaksi harian saham mengalami perubahan sebesar 15,90% selama sepekan menjadi 25,19 miliar lembar saham dari 29,96 miliar lembar saham pada pekan lalu.
Adapun aktiviitas investor asing pada perdagangan Jumat kemarin, mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 68,8 miliar dan sepanjang tahun 2023 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 9,06 triliun.

