Bagikan

Bitcoin Justru Menguat Usai Trump Sebut Proposal Damai Iran Tak Dapat Diterima

JAKARTA, investortrust.id - Di awal pekan, Bitcoin mampu menguat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal tandingan Iran terkait upaya perdamaian perang di Timur Tengah. Penolakan tersebut memicu volatilitas pasar kripto sekaligus memperpanjang kekhawatiran investor terhadap ketegangan geopolitik kawasan.

Melansir Cointelegraph, Senin (11/5/2026) Bitcoin sempat turun dari US$ 81.430 menjadi US$ 80.520 dalam waktu sekitar 45 menit usai Trump menyatakan proposal Iran “sama sekali tidak dapat diterima” melalui media sosial Truth Social.

Namun, aset kripto terbesar dunia itu kemudian berbalik menguat hampir 2,3% ke level US$ 82.347 dalam kurang dari tiga jam, menurut data CoinGecko. Reli tersebut juga memicu likuidasi posisi short senilai hampir US$ 64 juta dalam empat jam terakhir berdasarkan data Coinglass.

Baca Juga

ETH Tertekan, Kinerja Ethereum Kalah 35% dari Bitcoin Setahun Terakhir

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Iran meminta kompensasi perang serta pembukaan blokir aset keuangan Iran sebagai bagian dari kesepakatan damai. Konflik yang turut melibatkan isu kendali Selat Hormuz, jalur strategis yang menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia telah mengguncang pasar global selama sekitar 10 minggu terakhir. Harga minyak bahkan kembali naik 4,6% menjadi US$ 98,7 per barel setelah komentar terbaru Trump.

Di tengah ketidakpastian geopolitik, Bitcoin justru menunjukkan ketahanan yang relatif kuat. CEO 10x Research Markus Thielen menilai sentimen positif Bitcoin pekan ini juga didorong agenda regulasi di Amerika Serikat, termasuk pemungutan suara Senat terkait Kevin Warsh sebagai calon ketua Federal Reserve serta pembahasan CLARITY Act di Komite Perbankan Senat AS.

Baca Juga

Investor Institusional Kembali Serok Bitcoin, Terbesar Sejak 2025

Menurutnya, kejelasan regulasi aset digital dapat mengurangi hambatan institusional dan memperkuat minat investor terhadap Bitcoin.

Sejak konflik AS-Iran pecah pada akhir Februari 2026, Bitcoin tercatat telah naik sekitar 29,7% dan mengungguli kinerja indeks S&P 500 maupun emas. Penguatan tersebut memperlihatkan meningkatnya posisi Bitcoin sebagai aset alternatif di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024