Trump: Proposal Damai Iran Benar-Benar Tidak Dapat Diterima
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap respons Iran atas proposal perdamaian yang diajukan Washington terkait konflik di Timur Tengah. Dalam perkembangan terbaru perang Iran, Trump menyebut jawaban Teheran terhadap proposal damai AS sebagai sesuatu yang “benar-benar tidak dapat diterima” (totally unacceptable).
Laporan langsung Al Jazeera Live yang dipublikasikan Minggu (11/05/2026) menyebutkan bahwa media pemerintah Iran justru membela sikap Teheran. Menurut media Iran, proposal Washington pada dasarnya meminta “penyerahan Iran terhadap keserakahan Trump”. Ketegangan kawasan juga semakin meluas setelah Kuwait dan United Arab Emirates mengumumkan adanya deteksi sejumlah drone di wilayah udara mereka. Sementara itu, Qatar melaporkan sebuah kapal kargo komersial menjadi target serangan drone di perairan teritorialnya.
Di sisi lain, agresi militer Israel ke wilayah Lebanon terus berlanjut. Serangan Israel ke pusat layanan darurat di Bint Jbeil dilaporkan menewaskan dua tenaga medis dan satu warga sipil. Kelompok Hezbollah juga mengklaim kembali melancarkan serangan terhadap pasukan Israel di wilayah perbatasan.
Perkembangan terbaru ini memperlihatkan bahwa upaya diplomasi yang dimediasi sejumlah negara kawasan dan Pakistan masih menghadapi jalan buntu. Sebelumnya, pemerintahan Trump beberapa kali menyatakan bahwa perang dapat dihentikan apabila Iran menerima proposal perdamaian dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun Iran tetap menolak tuntutan yang dianggap merugikan kedaulatan nasionalnya.
Reuters dalam laporan terbarunya pada Minggu (11/05/2026) menyebutkan bahwa kebuntuan negosiasi meningkatkan kekhawatiran pasar energi global terhadap risiko gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk. Reuters juga melaporkan bahwa aktivitas drone dan ancaman terhadap jalur pelayaran membuat premi risiko pengiriman dan asuransi kapal meningkat tajam.
Baca Juga
Bitcoin Justru Menguat Usai Trump Sebut Proposal Damai Iran Tak Dapat Diterima
Sementara itu, AFP melaporkan negara-negara Teluk meningkatkan status kewaspadaan militer menyusul munculnya objek-objek udara tak dikenal di dekat fasilitas energi strategis. Kekhawatiran utama negara-negara GCC adalah meluasnya konflik yang dapat menyeret infrastruktur migas regional menjadi target serangan balasan.
Laporan CNN juga menyebut pemerintahan Trump menghadapi tekanan besar dari sekutu-sekutu regional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, terutama setelah meningkatnya ancaman terhadap lalu lintas kapal di sekitar Selat Hormuz dan Teluk Persia. CNN menilai situasi saat ini menjadi salah satu fase paling berbahaya sejak konflik pecah beberapa pekan lalu.
Adapun CNBC menyoroti dampak perang terhadap pasar minyak dunia. CNBC melaporkan harga minyak masih bertahan tinggi akibat ketidakpastian geopolitik dan ancaman terhadap distribusi energi global. Investor disebut terus mencermati perkembangan diplomasi AS-Iran karena kawasan Teluk memasok sekitar seperlima kebutuhan minyak dunia.
Sedangkan The New York Times dalam analisisnya menilai baik Washington maupun Teheran saat ini sama-sama berusaha menghindari perang terbuka skala penuh, tetapi tetap mempertahankan tekanan militer dan ekonomi untuk memperkuat posisi tawar dalam negosiasi. Menurut NYT, risiko salah perhitungan militer tetap sangat tinggi di tengah intensitas serangan drone, rudal, dan operasi laut di kawasan tersebut.

