Laba BFI Finance (BFIN) Tergerus 14,44% di Kuartal I-2026, Nilainya Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatat penurunan laba sebanyak 14,44% dari Rp 405,49 miliar menjadi Rp 354,32 miliar. Penurunan dipicu peningkatan beban yang lebih tinggi, dibandingkan pertumbuhan pendapatan.
Penurunan laba ini berbanding terbalik dengan peningkatan pendapatan dari Rp 1,65 triliun menjadi Rp 1,70 triliun. Presiden Direktur BFI Finance Sutadi mengatakan, perseroan tetap mampu menjaga kinerja di tengah tantangan ekonomi global yang berdampak pada sektor jasa keuangan, termasuk industri multifinance.
“Pendekatan selektif dan disiplin menjadi kunci dalam mengantisipasi volatilitas pasar serta menjaga fondasi keberlanjutan bisnis kami,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga
BFI Finance (BFIN) Disebut Masuk Radar M&A, Investor Jepang kembali Bidik Multifinance RI?
Hingga akhir Maret 2026, total aset BFI Finance tercatat sebesar Rp 25,3 triliun. Piutang pembiayaan tumbuh 5,5% secara tahunan, didorong oleh pembiayaan modal kerja sebesar Rp 15,5 triliun atau berkontribusi 57,8% dari total portofolio.
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, perseroan menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 5,5 triliun, relatif stabil dibanding kuartal sebelumnya, mencerminkan pertumbuhan yang terukur di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Dari sisi portofolio, pembiayaan kendaraan roda empat masih mendominasi dengan pangsa 68,1%. Disusul pembiayaan alat berat dan mesin sebesar 15%, pembiayaan beragun properti dan lainnya 8,9%, serta pembiayaan roda dua sebesar 8%.
Baca Juga
Gelar Buy Back Saham, BFI Finance (BFIN) Siapkan Rp 100 Miliar
Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) bruto sebesar 1,57% dan neto 0,25%, lebih rendah dibanding rata-rata industri 2,78% per Februari 2026. Rasio pencadangan terhadap NPF bruto tercatat 2,71 kali.
Dari sisi profitabilitas, pendapatan BFI Finance tumbuh 3,1% secara tahunan menjadi Rp 1,7 triliun. Return on assets (ROA) berada di level 7,0% dan return on equity (ROE) sebesar 13%.
Sementara itu, gearing ratio terjaga di level 1,2 kali, jauh di bawah batas maksimum regulator, dengan likuiditas yang tetap kuat didukung pengelolaan arus kas yang efektif.
Baca Juga
Putuskan Gelar May Day 2026 di Monas, KSPI Ungkap Pertemuan dengan Prabowo
Pada awal 2026, BFIN telah melunasi kewajiban pokok dan bunga Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2023 Seri C tepat waktu. Selain itu, Fitch Ratings Indonesia kembali mempertahankan peringkat nasional jangka panjang perseroan di level ‘AA-(idn)’ dengan outlook stabil.
“Kami akan terus mengoptimalkan diversifikasi sumber pendanaan serta memperkuat kolaborasi strategis dengan para mitra. Dengan manajemen risiko yang solid, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Sutadi.

