Target Saham Malindo (MAIN) Direvisi Naik, Berikut Analisanya
JAKARTA, investortrust.id – Target kinerja keuangan dan saham PT Malindo Feedmill Indonesia Tbk (MAIN) tahun 2023 dan 2024 direvisi naik, seiring ekspektasi berlanjutnya kenaikan margin keuntungan, khususnya segmen pakan ternak ayam.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target EBITDA dan laba bersih Malindo tahun 2023 dan 2024 masing-masing menjadi 16%/3% dan 43%/11%.
Baca Juga
Ditopang Dua Sentimen Ini, Saham Bank Jago (ARTO) Melesat Nyaris ARA
“Kami memperkirakan kenaikan margin keuntungan bisnis pakan ternak ayam akan terus berlanjut sampai tahun 2024, seiring dengan perkiraan penurunan harga bahan baku produksi pakan ternak,” ujar Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Tren peningkatan tingkat keuntungan perseroan sudah terlihat sejak kuartal III-2023, yaitu margin operasional kotor perseroan naik menjadi 7,3% pada kuartal III-2023, dibandingkan dengan 2,8% pada kuartal II-2023. Bahkan, margin ini tercatat yang terbesar sejak Covid-19 melanda.
Kenaikan margin keuntungan tersebut menjadikan raupan laba sampai September 2023, meskipun segmen bisnis broiler turun. Kenaikan margin keuntungan bisnis pakan ternak tidak saja dipicu penurunan bahan baku, efisiensi biaya lebih baik.
Baca Juga
BCA (BBCA) Bagikan Dividen Interim Rp 5,23 Triliun, Perhatikan Jadwal Berikut
Victor Stefano menambahkan, tren penguatan margin keuntungan tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik prospek kinerja keuangan MAIN. Perseroan diperkirakan mencetak laba bersih Rp 149 miliar tahun ini, dibandingkan perkiraan semula dengan rugi bersih Rp 97 miliar.
“Kami memperkirakan harga bahan baku jagung dan soybean meal (SBM) cenderung moderat tahu 2024, dibandingkan dengan harga tahun ini. Hal ini berpotensi menjadikan margin keuntungan perseroan kembali menguat tahun depan,” tulisnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham MAIN dari Rp 550 menjadi Rp 850 dengan rekomendasi dipertahankan beli.
Prospek Kinerja Keuangan MAIN

