Sekuritas Ini Pasang Target Kenaikan Harga Saham GOTO hingga 60%, Berikut Analisanya
JAKARTA, investortrust.id – Mirae Asset Skeuritas Indonesia memperkirakan PT GoTo Goek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) konsisten mencatatkan perbaikan kinerja pada kuartal II-2024. Konsistensi tersebut sudah mulai terlihat sejak kuartal I tahun ini.
Analis Riset Mirae Asset Christopher Rusli menyebutkan bahwa terlihat tren perusahaan teknologi di Indonesia, GOTO dan BUKA, yang fokus untuk membidik target profitabilitas, seiring dengan peningaktan biaya pendanaan.
GOTO kembali masuk ke mode mengejar pertumbuhan bisnis sambil mempertahankan strategi menuju profitabilitas. “Kami melihat GOTO dan BUKA konsisten mengalami peningkatan kinerja. Kami percaya sentimen positif atas sektor teknologi diperlukan demi mendorong kenaikan harga saham,” kata dalam publikasi riset terbaru, Jumat (19/7/2024).
Baca Juga
Peluang berlanjutnya perbaikan kinerja keuangan emiten emiten teknologi, khususnya GOTO bisa dilihat dari performa keuangan sepanjang kuartal I-2024, yaitu nilai transaksi bruto (GTV) naik sebesar 20% year on year (YoY). Meski demikian EBITDA grup yang disesuaikan masih negatif -Rp 102 miliar pada kuartal itu.
GOTO mencatatkan penurunan drastis atas rugi bersih atribusi entitas induk sebanyak 78% menjadi Rp 861,91 miliar pada kuartal I-2023. Begitu juga dengan pendapatan melesat 22% dari Rp 3,33 triliun menjadi Rp 4,08 triliun.
Pertumbuhan paling pesat ditunjukkan lini bisnis On-Demand Services (ODS), Gojek, dengan kenaikan pendapatan bruto 12% yoy menjadi Rp 3,3 triliun, didorong layanan nilai tambah. Dengan demikian, EBITDA disesuaikan Gojek positif selama dua kuartal berturut-turut menjadi Rp 166 miliar pada kuartal I.
Baca Juga
Perbaikan Kinerja GOTO Semester I Diprediksi Berlanjut, Bagaimana dengan Target Sahamnya?
Bisnis lainnya fintech torehkan kenaikan pendapatan bruto GTF sebanyak 57% menjadi Rp 666 miliar, dengan tingkat pemberian pinjaman dari bisnis pinjaman konsumen GoTo (produk buy now pay later/BNPL dan pinjaman tunai) melesat tiga kali lipat menjadi Rp 2,7 triliun yoy.
“GOTO diharapkan tetap mampu untuk mencapai target EBITDA positif yang disesuaikan di 2024. Meskipun pada kuartal II tahun ini terbuka potensi pelemahan sebagai dampak libur Lebaran dan agak turunnya daya beli,” katanya.
Katalis Saham
Selain proyeksi perbaikan kinerja keuangan, Christopher memperkirakan, GOTO akan terdorong sejumlah sentimen postif. Di antaranya, penurunan suku bunga pada semester II-2024. Perseroan juga akan mendapatkan sentimen positif dari aksi pembelian kembali (buy back) saham.
Christopher mengatakan, perusahaan teknologi mulai mengarah konsistensi monetisasi dan rasionalisasi biaya. “Tren ini menguntungkan bagi perusahaan untuk mempertahankan pelanggan meski insentif lebih sedikit dan diperkirakan terus berlanjut kendati kebijakan moneter dilonggarkan,” terangnya.
Baca Juga
Terkait pembelian kembali saham atau buyback. Dia mengatakan, GOTO telah menetapkan anggaran dana buyback saham senilai US$ 200 juta atau Rp 3,2 triliun. “Kami melihat ini sebagai langkah positif ke depan bagi perusahaan, karena ini menunjukkan komitmen mereka untuk memberikan nilai ke pemegang sahamnya.”
Berdasarkan laporan terakhir GOTO ke BEI, perseroan telah memulai buy back saham per Juni 2024 dengan membeli 3.825.00.000 saham seri A atau setara 0,32% dari total saham beredar GOTO. Hal ini terlihat dari penambahan saham treasury hasil buyback.
Baca Juga
Eks Bos Bursa Ini malah Agresif Borong Saham GOTO Saat Gocap, Mengapa?
Didukung potensi perbaikan kinerja keuangan kuartal II dan sentimen positif dari peluang penurunan suku bunga dan buy back saham, Mirae Asset mempertahankan rekomendasi netral saham GOTO dengan target harga Rp 80 per saham.
Sedangkan berdasarkan penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO ditutup turun menjadi Rp 50 per saham. Dengan target harga Rp 80, terbuka potensi penguatan sebanyak 60% untuk saham ini.
Grafik Saham GOTO

