Konflik Meningkat, AS Bekukan Kripto Milik Iran Rp 5,5 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membekukan US$ 344 juta atau setara Rp 5,5 triliun kripto milik Iran.
Langkah ini sebagai upaya AS memperketat jalur pendanaan Iran, meskipun belum jelas sejauh mana penyitaan dana ini akan memengaruhi posisi Teheran dalam negosiasi.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pihaknya telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah dompet digital yang terkait dengan Iran.
“Kami akan mengikuti aliran dana yang berusaha dipindahkan ke luar negeri dan menargetkan seluruh jalur keuangan yang terhubung dengan rezim tersebut,” ujarnya melansir CNN, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga
Perusahaan kripto Tether sebelumnya mengonfirmasi telah membantu pemerintah AS membekukan dana tersebut pada dua alamat kripto, setelah menerima informasi dari otoritas AS terkait dugaan aktivitas ilegal.
Seorang pejabat AS menyebutkan bahwa analisis blockchain menunjukkan keterkaitan signifikan antara dana tersebut dengan Iran, termasuk transaksi dengan bursa kripto di negara itu serta interaksi dengan dompet yang berhubungan dengan bank sentral Iran.
Sementara itu, misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa belum memberikan tanggapan atas langkah tersebut.
Sementara itu melansir Coindesk, serangan AS dan Israel terhadap Iran telah menarik perhatian baru terhadap jaringan keuangan yang dibangun Teheran paralel dengan sistem perbankannya yang terguncang yakni penambangan Bitcoin dan ekonomi stablecoin yang berkembang pesat.
Iran melegalkan penambangan kripto pada tahun 2019, memungkinkan operator berlisensi menggunakan listrik bersubsidi sebagai imbalan atas penjualan BTC yang ditambang ke bank sentral. Bitcoin telah berfungsi sebagai alat untuk membayar impor dan menyelesaikan perdagangan di luar sistem dolar, meskipun secara tidak langsung.
Perkiraan dalam beberapa tahun terakhir menempatkan pangsa Iran dalam kekuatan penambangan Bitcoin global antara 2% dan 5%, meskipun sebagian besar aktivitas tersebut berjalan di luar pengawasan publik.
Baca Juga
Perusahaan analitik blockchain Chainalysis menemukan bahwa ekosistem kripto Iran mencapai US$ 7,78 miliar pada 2025, tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut sebesar Produk Domestik Bruto (PDB) beberapa negara kecil seperti Maladewa, atau Liechtenstein.
Aktivitas sering meningkat saat terjadi bentrokan militer dan kerusuhan domestik, termasuk konflik 12 hari tahun lalu dengan Israel, menurut Chainalysis.

