Pernyataan Trump Guncang Bitcoin, Berikut Lima Kasus yang Sebabkan Reli dan Kejatuhan
JAKARTA, investortrust.id - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkali-kali memicu fluktuasi signifikan pada harga Bitcoin (BTC) dan analis memperingatkan kemungkinan terulangnya kejadian serupa pekan ini menyusul pernyataan terbaru terkait Selat Hormuz. Unggahan media sosial dan pernyataan kepada wartawan dari Trump telah menyebabkan pergerakan harga Bitcoin antara 5% hingga 12% dalam hitungan menit hingga jam, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi manipulasi pasar dan perdagangan orang dalam.
Dalam catatan kasus signifikan yang dipublikasikan, lima peristiwa utama tercatat memicu reaksi pasar:
- 11 Juli 2019: Unggahan Twitter Trump menyebut kripto “bukan uang” mendorong Bitcoin turun 7,1% dalam 45 menit.
- 3 Maret 2025: Pengumuman “Cadangan Kripto Nasional Strategis” di Truth Social mengangkat Bitcoin sekitar 8,2% dalam 24 jam.
- 10 Oktober 2025: Pernyataan tarif 100% untuk impor China membuat Bitcoin anjlok 12,4% dalam dua jam, memicu likuidasi besar senilai miliaran dolar.
- 3 Maret 2026: Kritik Trump terhadap bank terkait “Genius Act” menaikkan Bitcoin 5,2% dalam 10 menit.
- 14 April 2026: Pernyataan tentang potensi perundingan perdamaian dengan Iran membuat Bitcoin naik 6,2% dalam 30 menit.
Baca Juga
Bitcoin Bertahan di Atas US$ 75.000 Saat DeFi Diguncang Peretasan KelpDAO
Studi Fakultas Hukum Universitas Oxford dan pengamat pasar mencatat pola perdagangan berjangka dan aktivitas besar yang bertepatan dengan pengumuman-pengumuman tersebut, yang menurut mereka menciptakan “peluang perdagangan fantastis” bagi pihak yang memiliki informasi awal. Anggota parlemen dan pakar menuntut penyelidikan lebih lanjut terkait potensi perdagangan orang dalam dan manipulasi pasar oleh pejabat pemerintah, meski sejauh ini belum ada bukti pelanggaran hukum yang dikonfirmasi.
Baca Juga
Bitcoin Terkoreksi dari US$ 78.000 di Tengah Penutupan Selat Hormuz
Analis pasar mengatakan ketergantungan Bitcoin terhadap reaksi politik mencerminkan meningkatnya pengaruh kebijakan dan retorika pemerintah terhadap aset digital. Para pengawas dan legislator diperingatkan untuk mempertimbangkan regulasi dan pengawasan yang lebih kuat untuk mencegah penyalahgunaan informasi yang dapat merusak integritas pasar.

