Meski Kinerja Tertekan di 2025, Saham Semen Indonesia (SMGR) Tetap Direkomendasi Beli
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dinilai masih layak dikoleksi dengan target harga di kisaran Rp 3.000 per saham, meskipun kinerjanya tertekan sepanjang 2025.
Berdasarkan riset CGS Internasional Sekuritas, target harga tersebut mempertimbangkan langkah manajemen SMGR untuk menyiapkan sejumlah strategi utama pada 2026 guna membalikkan kinerja keuangan. Di antaranya, peningkatan pangsa pasar, khususnya di segmen semen curah (B2B), menjaga disiplin harga, serta meningkatkan efisiensi biaya logistik dan operasional.
Baca Juga
Strategi Baru SIG (SMGR) Efektif, Penjualan dan Ekspor Kompak Meningkat
Selain itu, ekspansi pasar ekspor akan digenjot, termasuk rencana pengiriman semen ke Amerika Serikat. Sejumlah strategi ini diharapkan mengerek naik penjualan domestik perseroan sekitar 1% per tahun, sementara ekspor berpotensi meningkat hingga 3% per tahun.
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama dari sisi biaya energi seperti batu bara yang berpotensi menekan margin. Margin EBITDA SMGR diproyeksikan berada di kisaran 13,1%–13,4% hingga 2027, sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan tekanan biaya yang masih membayangi, meskipun upaya efisiensi terus dilakukan.
Baca Juga
Meski menghadapi sejumlah tantangan, CGS Sekuritas menilai saham SMGR masih menarik didukung arus kas yang solid dan posisi pasar yang kuat. Adapun risiko utama yang perlu dicermati investor adalah persaingan harga yang ketat di pasar domestik serta kebijakan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang dapat memengaruhi distribusi.
Terkait kinerja keuangan SMGR tahun lalu, khususnya penurunan drastic laba bersih SMGR pada kuartal IV-2025, akibat adanya penurunan nilai piutang yang bersifat satu kali (one-off). Namun dari sisi operasional inti, kinerja perseroan dinilai masih cukup stabil.

