IHSG Pekan Ini Melonjak 2,35% Didukung Saham Prajogo dan Sinarmas, Tren Naik Terbentuk?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini atau 13-17 April 2026 menguat sebanyak 175 poin (2,35%) menjadi 7.634.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sebanyak 641 saham pekan ini. Sedangkan sisanya sebanyak 145 saham ditutup stagnan dan hanya 173 yang mengalami penurunan harga.
Baca Juga
Penguatan indeks tersebut ditopang kenaikan sejumlah saham yang didominasi emiten Prajogo Pangestu dan Sinarmas. Di antaranya, BREN naik 14,22%, BRPT naik 16,45%, MORA menguat 20,23%, DSSA naik 4,5%, dan CUAN menguat 18,22%.
Kenaikan juga ditopang penguatan mayorita sektor saham, seperti sektor transportasi naik 12,12%, sektor industry menguat 9,33%, sektor energi naik 6,02%, sektor infrastruktur naik 5,40%, dan sektor material dasar naik 5,37%. Sebaliknya penurunan masih melanda saham sektor keuangan.
Adapun indeks saham VN Vietnam menjadi indeks saham dengan kenaikan tertinggi di antar negara Asean. Indeks Vietnam naik 3,99% dan disusul IHSG BEI dengan penguatan 2,35%. Sebaliknya indeks saham Filipina dan Thailand catatkan pelemahan.
Net Sell Berlanjut
Meski IHSG mencatatkan kenaikan, pemodal asing masih melanjutkan aksi penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 2,71 triliun pekan ini. Net sell mengalami penurunan dari realisasi pekan sebelumnya Rp 3,31 triliun. Tambahan tersebut menjadikan total net sell saham sepanjang year to date (ytd) meningkat Rp 39,85 triliun.
Baca Juga
Bitcoin Sempat Tembus di Atas US$ 78.000 Usai Selat Hormuz Dibuka, Kini Jatuh Lagi ke US$ 77.000
Net sell saham didominasi bank, seperti BBRI dengan penjualan bersih mencapai Rp 1,11 triliun, BBCA senilai Rp 973,02 miliar, BUMI mencapai Rp 554,74 miliar, BMRI sebanyak Rp 496,25 miliar, dan SMMA sebanyak Rp 249,15 miliar.
Adapun saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak oleh pemodal asing, yaitu saham CUAN mencapai Rp 440,09 miliar, EMAS mencapai Rp 289,49 miliar, ASII senilai Rp 274,47 miliar, MEDC senilai Rp 216,13 miliar, dan BBNI sebanyak Rp 143,09 miliar.
