IHSG Bergerak Terkoreksi Awal Transaksi, Sebaliknya Tiga Saham Ini Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/1/2024), dibuka stagnan dengan cenderung melemah. IHSG terkoreksi sebanyak 32 poin (0,43%) menjadi 7.291.
Penurunan idneks dipengaruhi atas koreksi sebagian besar sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur, energi, sektor industry, dan sektor teknologi.
Baca Juga
Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer primer dan sektor transportasi.
Di tengah pelemahan indeks, tiga saham berikut catatkan lompatan harga PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) naik Rp 18 (15%) menjadi Rp 145, PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI) naik Rp 290 (8,53%) menjadi Rp 3.690, dan PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) menguat Rp 9 (6,25%) menjadi Rp 152.
Sebaliknya penurunan melanda saham berikut, yaitu saham PT Estee Gold Feet Tbk (EURO), PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY), dan PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA).
Kemarin, pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 463,14 miliar di seluruh pasar. Aksi borong ini terjadi saat IHSG menguat ke level tertinggi baru sepanjang masa.
Baca Juga
Rekor baru tersebut tercapai setelah IHSG melesat 50,79 poin (0,70%) ke level tertinggi baru sepanjang masa 7.323,59. Sedangkan level penutupan tertinggi IHSG sebelumnya berada di level 7.318,02 pada 13 September 2022.
Net buy terbanyak melanda lima saham ini, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 145,64 miliar, PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) Rp 108,50 miliar, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 51,48 miliar, PT MD Pictures Tbk (FILM) Rp 36,22 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 33,82 miliar.

