Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu Purbaya ke Istana
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto memanggil Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo hingga Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Perry enggan berkomentar mengenai kehadirannya di kompleks Istana Kepresidenan. Perry bergegas masuk untuk mengikuti pertemuan dengan Prabowo.
Baca Juga
Sementara itu, Purbaya mengatakan belum mengetahui materi yang akan dibahas dalam pertemuan kali ini. Namun, Purbaya mengaku ini meminta arahan Prabowo terkait kebijakan fiskal yang menjadi tanggung jawabnya
"Saya juga akan nanya stabilitas fiskal. Stabilitas fiskal," katanya.
Salam kesempatan ini, Purbaya mengaku tak khawatir dengan melemahnya nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp 17.000 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi (9/3/2026) pagi. Purbaya menyatakan, sepanjang fondasi ekonomi Indonesia baik, rupiah akan lebih mudah dikendalikan. Apalagi, jika koordinasi pemerintah dan BI berjalan dengan baik.
"Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi, kerja sama yang enak antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Dan kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia," katanya.
Purbaya juga merespons melonjaknya harga minyak dunia imbas perang AS-Israel melawan Iran. Purbaya mengatakan, APBN masih kuat untuk menghadapi lonjakan harga minyak dunia.
"Kita masih aman, masih kuat. Ini kan baru beberapa hari naiknya. Kita kan subsidinya setahun penuh. Rata-rata setahun US$ 70 (per barel) asumsi kita. Ini kan baru beberapa hari saja. Jadi belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Jadi kita masih bisa absorb," katanya.
Baca Juga
Prabowo Panggil Mendiktisaintek ke Istana, Dorong Riset Ketahanan Pangan dan Energi
Selain Perry dan Purbaya, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih lainnya tampak merapat ke Istana. Beberapa di antaranya, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto, Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

