IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BMRI, BBRI, BNGA, dan BRPT
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi konsolidasi cenderung menguat, dengan bergerak di range 7.408-7.316. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, antara lain Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank CIMB Niaga (BNGA), Barito Pacific (BRPT), dan Semen Indonesia (SMRA).
“IHSG pada perdagangan Senin, 25 Maret 2024 bergerak dalam kisaran harga yang sempit, meski demikian berhasil ditutup di zona hijau, menguat 0,38% (ke 7.377,76), di tengah pelemahan bursa regional Asia. Penguatan IHSG ditopang oleh sentimen positif dari rilis hasil kinerja emiten full-year 2023 yang diperkirakan kinerjanya membaik. Musim rilis kinerja keuangan berpengaruh signifikan terhadap IHSG, karena anggota LQ45 yang belum rilis kinerja akan menyampaikan kinerjanya di sisa pekan ini,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Baca Juga
Analis Mega Capital Sekuritas mengatakan, kemarin, investor asing mencatatkan akumulasi net sell Rp 316,93 miliar. Sebanyak 5 saham paling banyak dijual adalah TLKM, BBCA, BBNI, ASII, dan MDKA.
Secara sektoral, sektor keuangan memimpin penguatan sebesar 1,05%, dengan penguatan ditopang oleh ekspektasi rilis kinerja emiten keuangan yang baik hingga 28 Maret mendatang. Pelaku pasar mencermati komentar menkeu mengenai surplus APBN hingga 15 Maret 2024, yang berarti perekonomian domestik kuat di tengah berbagai tantangan global.
Sektor bahan baku turut menjadi penopang indeks dengan menguat 0,94%, ditopang kenaikan harga saham emiten kertas menjelang rilis kinerja. Adapun sektor transportasi mencatatkan pelemahan terbesar yaitu 0,62%, namun prospek jangka pendeknya masih menarik seiring aktivitas mudik yang akan meningkatkan pemintaan layanan transportasi.
Sentimen Bursa Global
Ia juga membeberkan sentimen dari bursa utama dunia, kemarin waktu setempat. Bursa saham global tercatat konsolidasi melemah.
Indeks-indeks saham bursa Amerika Serikat kompak melemah seiring pelaku pasar mencermati perkembangan kampanye AS beserta perkiraan kebijakan presiden baru. Sementara itu, di saat pelaku pasar mengharapkan pemangkasan suku bunga The Fed sebanyak 3 kali di tahun ini, kandidat calon presiden Donald Trump justru mengkritisi rencana The Fed tersebut sebagai kebijakan yang tidak netral dan mendukung Presiden AS Joe Biden.
Baca Juga
Sejalan dengan pelemahan di bursa AS, bursa Eropa dan Asia mayoritas bergerak konsolidasi melemah.

