Mari Elka Pangestu Beberkan Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu menekankan pentingnya langkah-langkah strategis bagi Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di angka 5% pada tahun 2026. Di tengah pelambatan ekonomi global, Mari menyoroti bahwa menjaga kepercayaan investor dan mempercepat reformasi struktural menjadi kunci utama agar Indonesia tetap resilien.
Mari menjelaskan bahwa salah satu isu krusial yang harus segera ditangani dalam jangka pendek adalah pemulihan kepercayaan pasar. Hal ini berkaitan erat dengan persepsi investor global terhadap konsistensi kebijakan di Tanah Air.
"Saya rasa mungkin beberapa hal yang bisa dilakukan dalam jangka pendek yang penting ya. Menurut saya, pertama adalah isu confidence, ya. Karena kita pahami bahwa di awal tahun itu ada isu MSCI, ada isu Moody’s. Nah, itu harus bisa dikembalikanlah confidence-nya," ujar Mari dalam acara Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan oleh OJK Institute, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga
Menuju Pertumbuhan Ekonomi RI 8%, Perlu Kritik Konstruktif & Perbaikan Program Pemerintah
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa investor saat ini tengah memantau realisasi janji reformasi pemerintah. Mari menyebutkan adanya tenggat waktu krusial pada bulan Mei mendatang saat lembaga indeks global melakukan tinjauan.
"Karena investor, terutama yang di kasus terkait dengan MSCI, setahu saya mereka bilang, 'Oke, ini sudah kejadian. Tapi yang penting buat kita bahwa reformasi yang dijanjikan itu benar-benar dijalankan,'" tambahnya.
Menurut Mari, pengawalan terhadap proses reformasi ini memerlukan perhatian dari tingkat kepemimpinan tertinggi negara, berkaca pada kesuksesan negara lain seperti India.
"Jadi menurut saya window itu sangat penting ya untuk dijaga dan dikawal, dan ini harus ada atensi dari yang paling tinggi. Karena kalau kita lihat pengalaman India, itu Prime Minister Modi sendiri turun tangan ya. Dan kita juga lihat di sini Presiden juga sangat memperhatikan hal ini ya. Itu isu pertama," jelasnya.
Baca Juga
Kadin Optimistis Industri Galangan Kapal Siap Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
Selain faktor kepercayaan, Mari juga menyoroti peran vital kebijakan fiskal, terutama dalam hal ketepatan waktu belanja pemerintah pada awal tahun untuk menopang pertumbuhan domestik.
"Isu kedua, saya rasa fiskal ya. Kalau tahun lalu kuartal I itu fiskalnya agak seret karena pemerintah baru, ada realokasi, ada macam-macam. Nah, tahun ini itu tidak boleh terjadi keterlambatan di dalam belanja ya, karena itulah yang akan mendorong pertumbuhan juga di kuartal I," tegas Mari.
Sektor konsumsi domestik yang besar dinilai masih menjadi motor penggerak ekonomi, terutama dengan adanya momentum hari raya. Namun, hal tersebut harus didukung oleh manajemen anggaran yang disiplin.
"Tapi kalau bisa didorong dengan bener-bener disbursement dan belanja dari pemerintah yang on-time dan tepat waktu," kata Mari, seraya menambahkan bahwa pemerintah juga perlu fokus pada deregulasi untuk menarik minat investasi asing yang mulai melirik Indonesia.
Terakhir, Mari mengungkapkan adanya peluang besar bagi Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja melalui kerja sama internasional, salah satunya dengan Amerika Serikat.
"Apalagi nanti kalau memang benar kita bisa tanda tangan kesepakatan dengan Amerika ya, dan kita relatif nanti akses pasar ke Amerikanya lebih baik dari negara pesaing kita, itu opportunity besar untuk menarik investment dan pada akhirnya penciptaan lapangan pekerjaan. Tujuannya ke sana," pungkasnya.

