Tenang, Bank Swasta Boleh Ikut Danai Proyek 'Waste to Energy'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pandu Sjahrir membuka peluang pendanaan proyek waste to energy dari bank di luar anggota Himbara.
“Jadi kalau nanti financing pun kita akan buka. Bukan berarti semuanya Himbara, kita ingin semua bank ikut kok,” kata Pandu, usai menghadiri acara China Conference Southeast Asia, di St Regis, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Pandu menjelaskan skema pendanaan waste to energy yang dilakukan Danantara. Dengan pinjaman 70%, Danantara akan masuk di 30% dari ekuitas yang ada.
“Karena kan ada juga teknologi partner yang ikut, yang datang, seperti yang sudah kita umumkan itu. Semuanya (ekuitas) minimum 30% dari ekuitas totalnya,” ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan perkembangan proyek waste to energy atau pengolahan sampah menjadi listrik. Ia menyebut proyek ini akan dimulai di 33 kota seluruh Indonesia, dengan persyaratan minimum suplai 1.000 ton sampah per hari.
Rosan mengungkap, proyek ini menarik minat banyak investor asing yang kompeten di bidangnya. Ia mengklaim, skema yang dilakukan Danantara membuat proses persiapan proyek waste to energy berjalan lebih cepat. Bahkan ia menyebut proyek ini bisa dilakukan groundbreaking sekitar Maret tahun ini.
Baca Juga
'Waste to Energy' Penting bagi Transisi Energi, Ini Catatan Kajian Tenggara Strategics
"Semuanya kita buka di awal, harganya segini, kebutuhannya segini, mereka (investor) sudah bisa melihat. Dahulu negosiasinya, mohon maaf, satu proyek saja itu bisa 3-4 tahun baru putus. Sekarang kita baru buka Desember, kemarin mulai bidding di awal. Target kita, Maret sudah bisa groundbreaking," kata Rosan pada sebuah acara bertajuk Semangat Awal Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Ia membeberkan, proyek ini menarik minat banyak investor dari berbagai negara, antara lain Belanda, Jerman, Spanyol, Jepang, Korea, China, Malaysia, hingga Singapura. Ia mengatakan, lebih 100 perusahaan telah mendaftar mengikuti proses lelang untuk proyek waste to energy di Indonesia.
Adapun terkait persyaratan khusus, ia memastikan perusahaan-perusahaan yang ditunjuk Danantara merupakan yang terbaik di bidang ini. Ia juga mengajukan syarat agar para investor asing dapat menggandeng perusahaan lokal dengan membentuk sebuah konsorsium. "Kenapa? Kita ingin ada transfer of knowledge. Kita ingin ada transfer of teknologi," sebutnya.

