IBRD Terbitkan Obligasi Sasar Swasta Untuk Danai Proyek Berkelanjutan
JAKARTA, investortrust.id - International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), bagian dari Grup Bank Dunia atau World Bank, menerbitkan obligasi yang terkait dengan pengurangan limbah plastik (plastic waste reduction-linked bond) senilai US$ 100 juta. Obligasi bertenor tujuh tahun ini merupakan surat utang perdana dengan tujuan untuk pengurangan limbah plastik.
Managing Director and World Bank Group Chief Financial Officer Anshula Kant mengatakan, obligasi inovatif ini menawarakan imbal hasil yang berkaitan dengan kredit plastik atau detailnya yang berkaitan kredit pengumpulan limbah plastik dan kredit daur ulang limbah plastik, serta kredit karbon (verified carbon unit) yang diharapkan diperoleh dari dua proyek di Indonesia dan Ghana.
Baca Juga
“Obligasi inovatif ini mendorong modal swasta untuk turut berperan dalam mendukung pendanaan proyek-proyek yang ramah untuk iklim dan pembangunan, serta dapat diukur melalui kredit plastik dan kredit karbon yang diterbitkan di Verra Registry,” ujarnya, dalam dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (21/2/2024).
Melalui transaksi ini, lanjut Anshula, investor dapat menyediakan pendanaan awal sekitar US$ 14 juta bagi proyek-proyek tersebut yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dari fasilitas yang sudah ada, memperluas wilayah-wilayah pengumpulan dan daur ulang limbah, serta mengadakan peralatan daur ulang yang aman (food grade).
”Melihat urgensi pembangunan yang kian meningkat, kami berkomitmen untuk mendorong modal swasta yang dapat mendukung upaya-upaya yang solutif guna menjawab tantangan dan pembangunan saat ini,” katanya.
Baca Juga
IHSG Melemah di Awal Transaksi, Saham PTPS, KARW, dan ALII Lanjut Melesat
Dikatakan, obligasi ini 100% dilindungi oleh dana senilai US$ 100 juta yang sebelumnya digunakan untuk mendukung kegiatan pembangunan berkelanjutan Bank Dunia secara global, namun tidak termasuk proyek-proyek pengumpulan dan daur ulang plastik di Indonesia dan Ghana.
Dalam transaksi ini, Citi berperan sebagai Lead Manager. Oleh karena itu, obligasi ini memungkinkan para investor dalam menyisihkan sebagian porsi dari pembayaran kupon biasa dengan jumlah yang setara, melalui transaksi lindung nilai (hedge) dengan Citi untuk mendukung pendanaan proyek yang terkurasi oleh pihak yang mengelola kredit plastik dan karbon, yaitu Plastic Collective UK.
“Dibandingkan dengan obligasi Bank Dunia biasa dengan jangka waktu yang sama, obligasi ini menawarkan imbal hasil yang lebih prospektif bagi investor jika proyek-proyek dan monetisasi kredit plastik dan kredit karbon oleh Plastic Collective UK berjalan sesuai harapan,” terang Anshula. (CR-13)

