Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11%, Konsumsi dan Investasi Sumbang 82,65% PDB
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 sebesar 5,11% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang pengeluaran rumah tangga dan pembentuk modal tetap bruto (PMTB) atau investasi.
“Konsumsi rumah tangga dan PMTB masih merupakan penyumbang utama PDB pada 2025 dengan akumulasi kontribusi sebesar 82,65%” papar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,98% secara tahunan dan investasi tumbuh 5,09% secara tahunan. Konsumsi rumah tangga tumbuh melambat jika dibandingkan 2024 sebesar 4,94% secara tahunan. Sementara itu, investasi mengalami pertumbuhan tinggi dari 4,61% secara tahunan pada 2024 menjadi 5,09% secara tahunan pada 2025.
Baca Juga
Perluas Akses Pasar Ekspor RI, Kemendag Gelar Jejaring Bisnis dengan 6 Negara Mitra
Pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran berasal dari ekspor yang naik sebesar 7,03% secara tahunan. Pada tahun sebelumnya, ekspor hanya tercatat tumbuh sebesar 6,61% secara tahunan.
Amalia mengatakan konsumsi rumah tangga terus tumbuh seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat. Kelompok yang naik tinggi dalam konsumsi rumah tangga, antara lain restoran dan hotel yang tumbuh 6,38% seiring meningkatnya kegiatan wisata selama liburan akhir tahun.
“Ini tercermin dari peningkatan perjalanan wisatawan nusantara,” kata dia.
Selain itu, konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan karena dorongan transportasi dan komunikasi yang tumbuh 6,32% secara tahunan karena peningkatan mobilitas dan stimulus diskon tarif tol dan tarif moda transportasi.
Investasi yang tumbuh terjadi pada subkomponen mesin dan perlengkapan sebesar 17,99%. Ini mengindikasikan peningkatan impor barang modal jenis mesin produksi industri mesin dan belanja pemerintah untuk peralatan dan mesin. Selain itu, ada peningkatan pada subkomponen kendaraan yang tumbuh sebesar 5,16% karena peningkatan impor kendaraan.
Baca Juga
“Pertumbuhan PMTB ini sejalan dengan peningkatan realisasi investasi yang dicatat oleh BKPM sebesar 12,66%” kata dia.
Dari sisi ekspor, pertumbuhan ditopang ekspor barang nonmigas dan ekspor jasa. Komoditas yang meningkat secara nilai dan volume ekspor, yaitu lemak dan minyak hewan/nabati, besi dan baja, mesin dan peralatan, listrik, serta kendaraan dan bagiannya.
“Peningkatan ekspor jasa salah satunya didorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 10,8% secara kumulatif,” kata dia.

