Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang PDB Kuartal I-2026, Konsumsi Pemerintah Tumbuh Tinggi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga. masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61% pada kuartal I-2026.
“Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 54,36% dengan pertumbuhan sebesar 5,52%” kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers, di Gedung BPS, Selasa (5/5/2026).
Setelah konsumsi rumah tangga, pendorong pertumbuhan ekonomi berdasarkan pengeluaran yaitu Pembentuk Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi yang sebesar 28,29. Pertumbuhan investasi ini tercatat sebesar 5,96% secara tahunan.
“Kontribusi total kedua komponen ini yaitu konsumsi rumah tangga dan PMTB memberikan kontribusi sebesar 82,65% terhadap total PDB,” kata dia.
Sementara itu, Amalia mencatat pertumbuhan tinggi pada komponen konsumsi pemerintah. Dengan distribusi sebesar 6,72%, konsumsi pemerintah mampu tumbuh 21,81% secara tahunan.
Baca Juga
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% Secara Tahunan di Kuartal I-2026
“Karena didorong meningkatnya realisasi belanja pegawai melalui realisasi pembayaran gaji ke-14, belanja barang dan jasa, terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat,” kata dia.
Belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat ini berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komponen pengeluaran lain yang tumbuh yaitu Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT). Dengan distribusi sebesar 1,4% komponen ini tumbuh 6,28% secara tahunan.
Dari sisi perdagangan, komponen ekspor memiliki distribusi sebesar 21,22% dengan pertumbuhan 0,9% secara tahunan. Adapun distribusi komponen impor sebesar -20,29% dengan pertumbuhan 7,18% secara tahunan.

