Tumbuh 4,91% Kuartal I, Konsumsi Rumah Tangga Ditopang Momen Ramadan dan Pemilu
JAKARTA, investortrust.id - Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 sebesar 5,11% year on year didukung oleh semua komponen dari sisi pengeluaran yang positif. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,91%, pembentukan modal tetap bruto (PTMB) 3,79%, ekspor 0,5%, konsumsi pemerintah 19,9%, dan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) 24,29%, serta impor sebagai faktor pengurang tumbuh 1,77%.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, penopang konsumsi rumah tangga kuartal I-2024 berasal dari aktivitas Ramadan dan pemilihan umum (pemilu) 2024. "Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,91% secara tahunan, dengan sumbangan distribusi ke pertumbuhan ekonomi 54,93%. Konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,62% pada pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024, dengan baik Ramadan maupun pemilu membantu peningkatan konsumsi,” kata Amalia saat rilis data pertumbuhan PDB kuartal I-2024, di kantornya, Jakarta, Senin (6/5/2024).
| Laju pertumbuhan dan distribusi PDB kuartal I-2024 menurut pengeluaran. Infografis: diolah Riset Investortrust. |
Baca Juga
Triwulan I Tumbuh 5,11%, Industri Pengolahan Jadi Pendorong Sisi Lapangan Usaha
Setelah konsumsi rumah tangga, PMTB atau investasi memberikan sumbangan terbesar kedua bagi PDB sebanyak 29,31% terhadap total PDB. Yang ketiga adalah ekspor barang dan jasa 21,37%, dikurangi impor barang dan jasa 19,77%.
"Sumbangan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 6,25%. Sedangkan sumbangan pengeluaran konsumsi LNPRT 1,43%," ujar Amalia.
Konsumsi RT Sumber Pertumbuhan Tertinggi
Amalia menambahkan, dari sisi pengeluaran, sumber pertumbuhan paling tinggi dicatatkan komponen konsumsi rumah tangga sebesar 2,62% yoy. Kontribusi meningkat jika dibandingkan kuartal sebelumnya dan kuartal I-2023.
“Pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh sumber pertumbuhan PMTB sebesar 1,19%. Selain itu, konsumsi pemerintah dengan sumber pertumbuhan 1,06%, konsumsi LNPRT 0,29%, sedangkan net export (ekspor dikurangi impor) dengan sumber pertumbuhan -0,23%” kata dia.
Baca Juga
Bila PDB Sesuai Ekspektasi, Saham TLKM, ASTRA, dan BBRI Dapat Kembali Melambung
Amalia mengatakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga didukung peningkatan aktivitas belanja saat Ramadan, terutama belanja makanan dan minuman. Belanja makanan minuman ini menjadi komponen yang memiliki share relatif tinggi.
"Berdasarkan sektor pertumbuhan lapangan usaha, sektor pengolahan mampu tumbuh stabil, disokong kuatnya permintaan domestik dan permintaan luar negeri terhadap industri makanan dan minuman yang tumbuh 5,87%," paparnya
Sementara itu, kata Amalia, aktivitas belanja pemilu terpotret di LNPRT. Konsumsi LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi 24,29% yang didorong oleh peningkatan kegiatan-kegiatan dalam rangka pemilu.
"Belanja pemerintah juga terlihat mengalami pertumbuhan tinggi 19,9%. Peningkatan konsumsi ini didorong oleh belanja pemilihan umum dan belanja pegawai," paparnya.

