India Tetap Jadi Mitra Strategis Indonesia pada Era Pemerintahan Baru
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo Shinta W Kamdani mengatakan, pemilu 2024 tidak akan membawa perubahan drastis pada kebijakan ekonomi Indonesia terhadap India.
“Hingga saat ini, saya pikir India telah memantapkan dirinya sebagai mitra ekonomi non-tradisional yang sangat menarik bagi Indonesia, sehingga Indonesia dapat mendiversifikasi ketergantungannya dalam perdagangan dan investasi terhadap mitra tradisional seperti Tiongkok, AS, dan UE,” ungkap Shinta W Kamdani dalam webinar Indonesia Elections: What it Means for India, the Region and the World, Selasa (13/02/2024).
Optimisme ini didukung naiknya jumlah ekspor ke India yang terus meningkat. Berdasarkan data BPS, ekspor Indonesia ke India tumbuh 97,7% pada 2022 dan 56% pada 2023.
“Artinya, India merupakan salah satu penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga
Apindo: Butuh Kepastian Hukum, Investasi TPT Harus Ditarik untuk Sediakan Lapangan Kerja
Selain itu, India juga muncul sebagai sumber FDI (foreign direct investment) terbesar ke-14 di Indonesia. Total dana investasi langsung yang masuk sebesar US$275,38 juta.
“Angka ini jauh lebih tinggi atau meningkat 372% dibandingkan FDI sebelum pandemi,” papar Shinta.
Menurut Shinta, siapapun presiden terpilih tidak akan mengubah sinergi antara Indonesia-India. Keyakinan itu didasari fakta pentingnya upaya meningkatkan agenda ekonomi bilateral antara kedua negara.
Dari sisi kebijakan perdagangan dan investasi, menurut Shinta, tiga calon presiden memiliki gagasan kebijakan yang hampir sama.
Ketiganya dinilai berkomitmen memastikan keterbukaan ekonomi, khususnya FDI, membawa manfaat lebih besar bagi perekonomian Indonesia dalam bentuk ekspor, dan meningkatkan partisipasi rantai pasokan global.
Baca Juga
Ketum Apindo Sebut Gap Sistem Pendidikan dan Kebutuhan Pasar Tenaga Kerja Masih Jadi PR

