BI Buka Ruang Penurunan Suku Bunga Asal Inflasi Terjaga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id- Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan akan membuka ruang penurunan suku bunga bank sentral pada tahun ini. Sinyal ini diberikan setelah BI telah lima kali memangkas suku bunga acuannya sebesar 125 basis poin (bps) ke level 4,75% pada 2025.
“Kami masih punya ruang turunkan suku bunga,” kata Perry, saat peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025, yang digelar daring, Rabu (28/1/2026).
Meski demikian, Perry mengungkapkan syarat utama penurunan suku bunga yaitu inflasi harus tetap terkendali di kisaran target 2,5% plus minus 1%. Dengan inflasi yang rendah, BI juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan ekspansi likuiditas moneter.
Perry menjelaskan penurunan suku bunga acuan menjadi salah satu kebijakan penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Dengan peluang penurunan suku bunga acuan itu, diharapkan perbankan dapat agresif menyalurkan pembiayaan atau kredit.
Baca Juga
Thomas Djiwandono: Pertumbuhan Butuh Suku Bunga yang Kompetitif
Salah satu optimisme yang digaungkan Perry yaitu mendorong perbankan mencapai pertumbuhan kredit dalam rentang 8-12% pada 2026 dan mencapai 13% pada 2027. Dia percaya bahwa titik tengah pertumbuhan ekonomi 5,3%, dalam target rentang 4,9-5,7%, akan tercapai pada 2026 ini.
“Dan akan meningkat lagi menjadi 5,1% sampai 5,9% pada 2027 dengan tentu saja titik tengah lebih tinggi [yaitu] 5,5%” kata dia.
Perry mengajak seluruh pemangku kepentingan di perekonomian, mulai dari lembaga, dunia usaha, hingga perbankan berkomitmen sesuai tupoksinya untuk membangun perekonomian. Dia berharap seluruh pemangku kepentingan itu bekerja sebaik-baiknya untuk rakyat.
“BI berkomitmen, we will do our best untuk merumuskan dan melaksanakan bauran kebijakan BI untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui bauran kebijakan BI,” ujar dia.

