Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.858/USD
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah ditutup melemah ke level Rp 15.858 per USD dalam penutupan perdagangan spot antarbank, Rabu (27/3/2024) sore. Mata uang Garuda melemah 65 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang pada posisi Rp 15.792 per USD.
Berdasarkan data kurs Jisdor yang dirilis Bank Indonesia, rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke level Rp 15.853 per USD Rabu sore. Rupiah loyo, terkoreksi 56 poin dibanding hari sebelumnya Rp 15.797 per USD.
Analis rupiah Ibrahim Assuaibi mengatakan, sebagian besar pelaku pasar tetap bias terhadap dolar, setelah sinyal dovish dari Swiss National Bank dan Bank of England mematok greenback sebagai satu-satunya mata uang dengan imbal hasil tinggi dan risiko rendah. Antisipasi terhadap data indeks harga PCE utama, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, dan komentar pejabat tinggi The Fed akhir pekan ini juga mendorong aliran dana ke dolar AS.
"Terutama karena para pedagang menunggu lebih banyak isyarat mengenai penurunan suku bunga acuan AS," kata Ibrahim, Jakarta, Rabu (27/3/2024).
Sidang I Gugatan Pemilu
Sementara itu, dari dalam negeri, sidang pertama gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) 2024 digelar Mahkamah Konstitusi (MK),
Rabu (27/3/2024). Sidang gugatan ini diatur dalam Peraturan MK Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tahapan, Kegiatan, dan Jadwal PHPU 2024.
Sidang perdana gugatan PHPU 2024 di MK berpotensi memberikan tekanan bagi pasar, khususnya terhadap pergerakan rupiah. Pasangan capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD kompak menggugat agar KPU melakukan pemungutan suara ulang, sekaligus mendiskualifikasi cawapres nomor urut 02.
Sementara itu, dari dalam negeri, sidang pertama gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) 2024 digelar Mahkamah Konstitusi (MK),
Rabu (27/3/2024). Sidang gugatan ini diatur dalam Peraturan MK Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tahapan, Kegiatan, dan Jadwal PHPU 2024.
Sidang perdana gugatan PHPU 2024 di MK berpotensi memberikan tekanan bagi pasar, khususnya terhadap pergerakan rupiah. Pasangan capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD kompak menggugat agar KPU melakukan pemungutan suara ulang, sekaligus mendiskualifikasi cawapres nomor urut 02.

