FFR Diprediksi Bertahan, Rupiah Ditutup Melemah Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Mata uang rupiah tergelincir 5 poin dalam penutupan perdagangan hari ini, Kamis (14/3/2024) sore. Berdasarkan perdagangan spot antarbank, mata uang Garuda akhirnya ditutup pada posisi Rp 15.580 per USD, setelah sempat menguat pada penutupan perdagangan kemarin (13/3/2024) di level Rp 15.575 per USD.
Mata uang rupiah juga terpantau tergelincir berdasarkan data kurs Jisdor BI. Rupiah berada di level Rp 15.582 per USD pada Kamis (14/3/2024), setelah sebelumnya berada di posisi Rp 15.576 per USD, Rabu (13/3/2024).
Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menilai, pelemahan rupiah tidak terlepas dari menguatnya indeks dolar yang didorong sentimen pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell. "Posisi nilai tukar rupiah masih dipengaruhi sentimen dari statement Jerome Powell soal pemangkasan suku bunga acuan," ungkap Andry kepada Investortrust, Kamis (14/3/2024).
Baca Juga
Yield Obligasi Indonesia Stabil
Andry berujar, data inflasi Amerika Serikat di atas ekspektasi pasar. Namun, lanjut dia, market masih melihat ada trajectory inflasi yang mulai menurun dalam beberapa bulan ke depan.
"Rupiah yang sedikit menguat dan Indonesia bond yield yang stabil menandakan bahwa sentimen menjelang meeting FOMC minggu depan tidak menggerakkan market secara signifikan. Per hari ini, market memperkirakan bahwa FFR akan dipertahankan di 5,5% (probability-nya lebih dari 90%)," tandas Andry.

