Prabowo Targetkan Rasio Pajak Naik 17-18% dari PDB
JAKARTA, Investortrust.id - Calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, menargetkan rasio pajak atau tax ratio di Indonesia naik mencapai 17 hingga 18% ke depan.
“Sasaran kita harus naik (lebih) dari 12% kita harus naik 5 atau 6%,” ujarnya, dalam Dialog capres bersama Kadin, di Jakarta, Jumat (12/1/2024).
Menurutnya, hal tersebut harus dilakukan karena rasio pajak di dalam negeri masih kalah dibanding negara-negara lain khususnya negara tetangga yang berada di level 12-16%.
Baca Juga
“Apa sih beda kita sama orang Thailand? Apa kita lebih bodoh? Atau apa masalahnya? Jadi, if they can do it, we must also do it. Kita tidak boleh menyerah,” kata Prabowo.
Capres nomor urut dua, Prabowo Subianto (paling kana, berdiri) mendengarkan pertanyaan dari Kepala Badan Kebijakan Moneter dan Jasa Keuangan Kadin, Tigor M. Siahaan (kiri, memegang mikrofon) pada acara Dialog Capres dengan Kadin di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (12/01/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.
Untuk mendorong peningkatan rasio pajak, lanjutnya, ia akan mendorong efisiensi dari berbagai hal sehingga timbul perluasan pembayar pajak. Jadi tidak membuat si pembayar pajak yang selalu taat membayar, terus merasa diperas.
“Di ujungnya pengalaman banyak negara, itu justru yang akan menimbulkan penggelapan pajak. Ini adalah sesuatu yang counterintuitive. Jangan-jangan kalau kita memberi kemudahan kepada pengusaha yang benar ini akan memacu pertumbuhan ekonomi, investasi, kegiatan perdagangan,” pungkas Prabowo.
Sekadar informasi, pada tahun 2022 rasio pajak Indonesia yang mencakup pajak pusat sebesar 10,39% terhadap PDB. Sedangkan rasio pajak pusat ditambah dengan penerimaan sumber daya alam mencapai 11,71%.
Capres Nomor Urut Dua, Prabowo Subianto (berdiri paling kanan), berbicara di depan pengurus dan anggota Kadin pada acara Dialog Capres dengan Kadin di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (12/01/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.

