Ketua DPR Minta Purbaya Mitigasi APBN 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua DPR, Puan Maharani meminta Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Komisi XI dapat memitigasi defisit APBN 2026. Langkah ini dilakukan mengingat defisit APBN 2025 yang nyaris menyentuh batas regulasi 3% dari PDB.
“Nanti di komisi terkait, kita akan bahas supaya di APBN selanjutnya bisa dimitigasi jangan sampai terulang,” kata Puan, di kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Saat membacakan pidato pembuka rapat paripurna, Puan mengingatkan peran APBN 2026 dalam menjaga stabilitas dan menopang gerak perekonomian.
“APBN 2026 diarahkan tidak hanya menjaga kesinambungan fiskal, melainkan juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” kata Puan, di ruang sidang paripurna DPR RI, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Puan menjelaskan APBN 2026 diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya beli masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Baca Juga
Wow! Defisit APBN 2025 Lampaui Outlook, Tembus 2,92% dari PDB
“Kita akan memastikan kebijakan fiskal bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan dapat mewujudkan kehidupan rakyat yang lebih baik,” ujar dia.
APBN 2025 sendiri mengalami pembengkakan defisit. Awalnya, defisit APBN 2025 ditargetkan sebesar 2,53% dari PDB. Akan tetapi, saat tutup buku, APBN 2025 ditutup di posisi 2,92% dari PDB.
“Defisit membesar ke Rp 695,1 triliun, itu lebih tinggi dari (outlook) APBN yang Rp 662 triliun,” kata Purbaya, saat konferensi pers APBN KiTA, di kantornya, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Walaupun defisit membesar, kata dia, pemerintah akan tetap menjaga dan memastikan bahwa defisit tidak lebih dari 3% dari PDB.
“Ini tadi dengan misi untuk tetap menjaga ekonomi tetap bisa berekspansi di tengah tekanan ekonomi global yang tinggi,” ujar dia.
Kondisi ini, kata Purbaya, merupakan langkah counter cyclical yang kerap disebutnya.
“Saya bisa buat nol defisitnya, saya potong anggarannya, tapi ekonominya morat-marit,” kata dia.

