Masa Persidangan DPR Dibuka, Ketua DPR Ingatkan Peran dan Pengawasan APBN 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua DPR RI, Puan Maharani membuka rapat paripurna DPR ke-11 Masa Persidangan III tahun sidang 2025-2026. Dalam pidato pembukaannya, Puan mengingatkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dalam menjaga stabilitas dan menopang gerak perekonomian.
“APBN 2026 diarahkan tidak hanya menjaga kesinambungan fiskal, melainkan juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” kata Puan, di ruang sidang paripurna DPR RI, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Puan menjelaskan APBN 2026 diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya beli masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
“Kita akan memastikan kebijakan fiskal bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan dapat mewujudkan kehidupan rakyat yang lebih baik,” ujar dia.
Puan menyebut, pengawasan DPR akan diarahkan pada pelaksanaan undang-undang maupun kebijakan pemerintah di berbagai bidang. Fungsi ini akan menjadi tugas dari setiap kelengkapan dewan di DPR RI.
Baca Juga
“Sehingga kinerja pemerintah dapat optimal dan memberikan pelayanan umum bagi rakyat dan mempercepat pembangunan,” ucap dia.
APBN 2026 ditargetkan mampu menekan defisit mencapai 2,68% dari PDB. Angka ini muncul karena pendapatan negara yang ditargetkan pemerintah pada 2026 sebesar Rp 3.153,58 triliun. Belanja negara ditargetkan mencapai Rp 3.842,72 triliun. Dengan komposisi ini, defisit APBN 2026 mencapai Rp 689,147 triliun.
Selain sebagai pilar pertumbuhan, APBN 2026 difokuskan pada delapan agenda prioritas. Dialokasikan anggaran besar di antaranya Rp 164,7 triliun untuk ketahanan pangan, Rp 402,4 triliun untuk energi, Rp 335 triliun untuk MBG, Rp 769,1 triliun untuk pendidikan, Rp 244 triliun untuk kesehatan, serta Rp 508,2 triliun untuk perlindungan sosial.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4%, inflasi akan dikendalikan di level 2,5%, suku bunga SBN dijaga di sekitar 6,9%, dan nilai tukar berada di sekitar Rp16.500 per US$.

