MBG Diproyeksi Jadi Program dengan Serapan Anggaran Tercepat di Kuartal I-2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan program Makan Bergizi Gratis atau MBG menjadi program yang mengalami serapan anggaran tercepat pada kuartal I-2026.
“MBG-lah,” kata Purbaya, usai konferensi pers APBN KiTa, di kantornya, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Purbaya menduga belanja MBG karena program itu sudah mulai berjalan. “Karena sudah jalan kan sekolahnya,” kata dia.
Dalam kesempatan paparan APBN KiTa, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono mengatakan hingga 7 Januari 2026, MBG telah menyasar 56,13 juta pengguna di 38 provinsi. Program ini melibatkan 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG dengan melibatkan 789.319 pekerja.
Sepanjang 2025, program ini telah menggunakan anggaran Rp 51,5 triliun atau 72,5% dari total anggaran MBG yang sebesar Rp 71 triliun.
Baca Juga
Program MBG Diapresiasi Presiden Brasil, Jangkau 55 Juta Penerima
“Manfaat yang langsung diterima masyarakat adalah Rp 43,3 triliun dari realisasi anggaran per 31 Desember 2025 sebesar Rp 51,5 triliun,” kata Thomas.
MBG menjadi salah satu pengerek belanja barang pemerintah. Setelah berjalannya program MBG di tahun lalu, belanja barang pemerintah pada 2025 mencapai Rp 564,9 triliun, atau naik 8,3% dibandingkan 2024.
Belanja barang pemerintah sebetulnya terdiri atas layanan masyarakat untuk penyaluran BOS, operasional dan layanan pendidikan, subsidi biodiesel, telekomunikasi dan informasi, kesehatan masyarakat, dan beasiswa LPDP sebesar Rp 334,1 triliun.
Barang diserahkan ke masyarakat atau pemda sebesar Rp 177,5 triliun untuk penyaluran MBG, bantuan subsidi upah, dan bantuan pangan. Selain itu, terdapat pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp 53,3 triliun.
