Menkeu Proyeksikan Harga Batubara Acuan 2026 di Kisaran US$ 95-100 per Ton
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan harga batu bara acuan (HBA) pada 2026 akan jatuh. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Purbaya menyebut HBA akan mencapai pada kisaran US$ 95-100 per ton pada 2026.
“Pada 2025, HBA diperkirakan berada di kisaran US$ 111 per tahun. Jauh lebih rendah dibandingkan periode puncaknya,” kata Purbaya, saat di Komisi XI, DPR, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Sebagai produsen batu bara terbesar ketiga dunia, Purbaya mengatakan ekspor batu bara nasional masih berupa bahan mentah bernilai tambah rendah. Dengan begitu, pemerintah kehilangan potensi ekonomi yang lebih tinggi.
Baca Juga
Perkuat Portofolio Non-Batu Bara, Bumi Resources (BUMI) Umumkan Akuisisi Baru Tahun Depan
“Untuk itu, instrumen bea keluar disiapkan guna meningkatkan penerimaan negara sekaligus mendorong hilirisasi dan dekarbonisasi yang saat ini mekanismenya sudang kami finalisasi bersama kementerian terkait,” kata dia.
Purbaya menjelaskan demi menjamin pasokan energi yang merata dan terjangkau, batu bara akan tetap menjadi tulang punggung pasokan listrik bagi masyarakat dan industri. Meski begitu, pemerintah tetap berkomitmen mendorong transisi menuju energi bersih dengan bertahap, berkeadilan, dan berkelanjutan.
“Pendekatan ini sangat penting agar upaya penurunan emisi tetap berjalan tetapi tidak mengganggu ketahanan energi nasional,” jelas dia.
Purbaya menjelaskan batu bara tidak hanya berperan sebagai sumber energi. Akan tetapi, batubara memiliki potensi besar mendukung hilirisasi industri nasional. Dia menyontohkan India dan China yang memanfaatkan batu bara untuk menghasilkan berbagai produk turunan yang bernilai tambah tinggi.

