Prasasti Center for Policy Studies: Purbaya Bisa Jadi 'Juru Selamat' Kelas Menengah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Policy & Program Director Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, menyebut keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri keuangan (Menkeu), berpeluang bakal berdampak positif terhadap lapisan masyarakat kelas menengah.
Hal itu ia sampaikan pada acara peluncuran Kajian 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran oleh Prasasti Center for Policy Studies.
Ia mengungkap, dalam satu tahun pertama kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, masyarakat kelas menengah cenderung memikul beban yang kemudian diperhatikan. Ia mencontohkan bagaimana minimnya stimulus atau insentif yang menyasar kelas menengah, hingga bergulirnya penambahan beban pajak.
"Sepertinya hal itu akan diperbaiki dengan mengganti menteri keuangan. Jika kita melihat arah kebijakan menteri keuangan sekarang, arah itu sebenarnya menunjukkan bagaimana kita mengakomodasi atau mencoba membantu kelas menengah," jelas Piter di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Piter Abdullah menyambut positif sejumlah gebrakan yang dilakukan oleh Menkeu Purbaya sejak dilantik menggantikan Sri Mulyani. Salah satu yang ia contohkan adalah bagaimana Purbaya berusaha untuk menggerakkan sektor pasar modal.
Menurut Purbaya, sektor pasar modal adalah salah satu yang berkaitan erat dengan kelas menengah.
Baca Juga
Lembaga Kajian Prasasti Beri Predikat 'Cukup Baik' 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Ia menambahkan, meski tidak menggelontarkan bantalan sosial yang ditujukan langsung kepada lapisan masyarakat kelas menengah, pemerintah tetap harus menunjukkan perhatiannya dengan serius.
Kelas menengah, kata Piter, dapat dimanjakan dengan sejumlah kebijakan seperti pelonggaran pajak, termasuk wacana penurunan pajak pertambahan nilai (PPN).
"Itu yang hanya bisa dilakukan oleh pemerintah untuk memberikan perhatiannya kepada kelompok menengah," ungkap Piter.
Sebelumnya Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa masih mempertimbangkan secara masak penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk 2026.
“Jadi gini, kita akan lihat seperti apa akhir tahun. Ekonominya seperti apa. Uang saya yang dapat sampai akhir tahun seperti apa,” kata Purbaya, saat konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2025, dikutip Rabu (15/10/2025).
Purbaya menjelaskan sampai saat ini dia belum mendapat kajian yang jelas mengenai penerapan PPN ini. Dia memprediksi penurunan PPN dapat mendorong daya beli masyarakat ke depan.
“Nanti akan kita lihat, bisa nggak kita turunkan PPN itu. Tapi kita pelajari dulu hati-hati,” ujar dia.

