Rupiah Melemah 10 Poin Berada di Level Rp 16.590 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah melemah 10 poin di penutupan Jumat (17/10/2025). Posisi rupiah melemah di level Rp 16.590 per US$.
Bank Indonesia (BI) melihat kondisi rupiah yang bergerak selama sepekan terakhir. Sempat dibuka di level Rp 16.570 per US$ dan yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun turun ke 5,92% pada Jumat (17/10/2025).
Pada penutupan perdagangan Kamis (16/10/2025) rupiah ditutup pada level (penawaran) sebesar Rp 16.565 per US$. Imbal hasil SBN 10 tahun turun 5,94% dan imbal hasil US Treasury 10 tahun turun ke level 3,975%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memaparkan indeks saham Asia yang ditutup melemah. Hang Seng turun -2,5% ke 25.247 dan Shanghai turun -2% ke 3.840. Pelemahan indeks Asia dipicu oleh meningkatnya kehati-hatian investor terhadap ketegangan tarif dagang AS-China yang semakin memanas dan aksi ambil untung pada saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, IHSG turun -2,6% ke 7.916. Kinerja IHSG sejalan dengan pelemahan yang melanda pasar saham Asia secara umum.
Baca Juga
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.593 per Dolar AS, DXY Turun Tiga Hari Beruntun
“Dari sisi domestik, penurunan ini didorong oleh pelemahan di sektor-sektor berkapitalisasi besar seperti kesehatan, properti, dan keuangan, mencerminkan meningkatnya sentimen “risk-off” di kalangan investor di tengah ketidakpastian global akibat meningkatnya ketegangan perdagangan,” kata Andry.
Nilai transaksi saham mencapai Rp 28,5 triliun sehingga rata-rata nilai transaksi harian 2025 tercatat sebesar Rp 16,2 triliun. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp 3,03 triliunan.
Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun naik tipis 0,6 basis poin (bps) ke 5,96%. Sementara, imbal hasil obligasi pemerintah USD 10 tahun (INDON) turun 1,5 bps ke 4,9%.
Berdasarkan data BI, aliran modal asing selama 13-16 Oktober 2025, tercatat jual neto sebesar Rp 16,61 triliun. Ini terdiri dari jual neto sebesar Rp 1,09 triliun di pasar saham, Rp 11,9 triliun di pasar SBN, dan Rp 3,62 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen sampai dengan 16 Oktober 2025, non-residen tercatat jual neto sebesar Rp 51,24 triliun di pasar saham dan Rp 132,75 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp 17,28 triliun di pasar SBN.

