Indonesia Kekurangan Dana US$ 1,7 Triliun untuk Mencapai SDGs PBB
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Para ahli mengestimasi, Indonesia kekurangan dana sekitar US$ 1,7 triliun untuk pembiayaan dalam mencapai United Nations’ Sustainable Development Goals (SDGs). Sedangkan di tingkat global, kekurangan dana untuk tujuan yang sama, mencapai US$ 80 triliun.
Hal itu terungkap pada diskusi ‘Financing the Future: Sovereign Wealth Fund for Indonesia’s Sustainable Development’ yang diselenggarakan Sustainability Network of Nusantara (Sanara).
Acara yang beriringan dengan Climate Week NYC tersebut, mempertemukan perwakilan sektor publik, organisasi multilateral, filantropi, akademisi, hingga investor swasta. Bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York dan Danantara Indonesia, pertemuan ini mendiskusikan mobilisasi pembiayaan, demi pembangunan berkelanjutan dan inklusif Indonesia.
“Kami percaya bahwa ini adalah saat yang tepat untuk mengambil langkah dan melanjutkan inisiatif ini, demi mendukung akses pendanaan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan Indonesia,” jelas Co-founder Sanara, Ganis Bustami dalam keterangan yang diberi pada Minggu (28/9/2025).
Baca Juga
90 Inovator Muda Guncang Panggung SDGs, Siapa yang Adu Gagasan di New York?
Untuk menutup kekurangan dana dimaksud, forum menyimpulkan bahwa dibutuhkan mekanisme pembiayaan inovatif, serta kemitraan internasional yang kuat untuk memobilisasi investasi dalam skala besar.
Dialog yang diselenggarakan pada Kamis (24/9/2025) itu, juga membahas momen krusial Indonesia di tengah kebangkitan ASEAN, kemajuan teknologi yang pesat, dan tekanan mendesak untuk melakukan dekarbonisasi ekonomi.
Untuk memanfaatkan peluang dan menarik investasi global, Indonesia membutuhkan transparansi, serta tata kelola yang kuat dalam institusi seperti Danantara. Tujuannya, menjamin kepercayaan investor, seiring implementasi proyek-proyek berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Sanara mengaku mendapat dukungan penuh dari World Bank Group, sebagai mitra penting dalam menyalurkan sumber daya menuju prioritas keberlanjutan Indonesia.
Dalam penutupan roundtable, Executive Director di World Bank Group Wempi Saputra menekankan besarnya agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia dan pentingnya kolaborasi internasional. Ia menyoroti perlunya mobilisasi modal secara efektif untuk memberikan dampak nyata di lapangan.

