Dompet Dhuafa Raih Anugerah Indonesia’s SDGs Action Awards 2024 dari Bappenas
JAKARTA, investortrust.id - Dompet Dhuafa menerima anugerah Indonesia’s SDGs Action Awards 2024 “Terbaik Ketiga dalam Kategori Filantropi” untuk program Institut Kemandirian dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) K.H. Ma’ruf Amin dalam seremoni Pembukaan Konferensi Tahunan SDGs atau SDGs Annual Conference (SAC) ke-7 yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini mengungkap rasa syukur serta harapan bagi kebermanfaatan luas kepada masyarakat dari program-program Dompet Dhuafa.
“Alhamdulillah, terima kasih Bapak Wapres RI dan Bappenas yang telah memberi apresiasi kepada Dompet Dhuafa melalui program Institut Kemandirian sebagai suatu program yang dirasakan memberi manfaat kepada masyarakat, memiliki inovasi dan sustainabilitas. Semoga dengan ini Dompet Dhuafa dapat terus mengembangkan kegiatan-kegiatan yang lebih baik lagi untuk masyarakat luas,” ungkap Ahmad Juwaini di Jakarta, dalam keterangan resmi yang diterima Selasa (8/10/2024).
Baca Juga
Kembangkan Warisan Budaya Yogyakarta, Dompet Dhuafa Luncurkan Progam SIDOMUKTI
Dalam sambutannya, Wapres RI menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perwakilan pihak swasta, masyarakat sipil, akademisi, dan terutama generasi muda yang telah berkomitmen dalam mendukung pencapaian SDGs.
“Saya perlu mengingatkan bahwa SDGs bukan hanya soal mencapai target, tetapi soal menciptakan masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan,” terangnya.
Wapres RI menegaskan pentingnya mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) dengan fokus pada pengembangan industri hijau dan inovasi digital yang berkelanjutan.
“Dengan capaian 62,5% target SDGs, artinya masih ada 37,5% target yang mesti dicapai lagi. Saya harap semua pihak agar terus meningkatkan komitmen dan kerja keras untuk mencapai semua target SDGs tahun 2030,” lanjutnya.
Wapres mengajak sektor swasta dan filantropi untuk berkontribusi lebih besar melalui blended finance. Di samping itu, ia juga berharap para peserta Konferensi Tahunan SDGs kali ini dapat merumuskan komitmen dalam mendorong aksi nyata mencapai pembangunan berkelanjutan 2030 dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Selain dari pihak swasta, agar juga digali pemanfaatan berbagai dana amanah umat dalam bentuk zakat, infak, sedekah, hingga wakaf yang saat ini sudah mulai berkembang dan dikelola secara lebih profesional, transparan, dan berbasis digital,” tambahnya.
Baca Juga
Ini Dia Program Dompet Dhuafa di Bulan Ramadan, Ada Mudik Gratis
Sementara itu Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyampaikan bahwa di Indonesia, peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas menjadi hal yang sangat krusial untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi pasar kerja saat ini dan mampu beradaptasi serta berinovasi mengikuti dinamika pasar yang terus berubah.
“Harapan dari pendidikan berkualitas adalah tidak hanya membuka peluang pekerjaan yang lebih banyak tetapi juga mempersiapkan individu untuk berkontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Kolaborasi antar sektoral, yang melibatkan pemerintah, sektor bisnis dan keuangan, institusi pendidikan, komunitas pemuda, dan masyarakat sipil, menjadi sangat penting,”pungkasnya.
Sebagai catatan, Kementerian PPN/Bappenas sebagai Koordinator Pelaksanaan SDGs di Indonesia, SAC ke-7 di tahun 2024 mengusung tema “Inovasi Menuju Indonesia Emas: Keterkaitan Pendidikan Berkualitas, Pekerjaan, dan Industri Hijau.”
Rangkaian kegiatan SAC ke-7 dilaksanakan selama dua hari, 7 & 8 Oktober 2024, secara hybrid dalam bentuk konferensi internasional, penganugerahan Indonesia’s SDGs Action Awards 2024, panel diskusi, dan diskusi paralel melibatkan para pihak dan secara inklusif. Pelaksanaan SAC 2024 melibatkan seluruh pemangku kepentingan SDGs dalam bentuk forum diskusi bersama dalam upaya pencapaian TPB/SDGs bagi Indonesia. (CR-4)

