Rupiah Ditutup Menguat 0,12% Jelang Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Rupiah kembali menunjukkan ketangguhannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa sore (16/9/2025). Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah menguat 20 poin atau terapresiasi 0,12% ke Rp 16.385 dolar AS, seiring melemahnya indeks dolar global dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan 16-17 September 2025.
Baca Juga
Jelang Akhir Pekan, JISDOR Perlihatkan Rupiah Perkasa di Rp 16.391 per US$
Penguatan rupiah terjadi di tengah fokus pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed yang diproyeksikan turun 25 basis poin. Investor juga mencermati perkembangan politik di Washington setelah Senat AS mengonfirmasi penunjukan Stephen Miran sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed, yang dipandang akan memperkuat agenda pelonggaran moneter.
Pengamat komoditas dan pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pasar domestik sempat terguncang oleh kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengucurkan dana Rp 200 triliun (setara sekitar US$ 13 miliar) ke perbankan pelat merah. “Awalnya cukup menggembirakan pasar,” kata Ibrahim, Selasa (16/9/2025).
Namun ia menilai, langkah itu terlalu politis karena dilakukan menjelang tahun politik. Ibrahim menegaskan kebijakan semestinya melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan disertai perencanaan yang jelas mengenai alokasi dan dampaknya.
Baca Juga
“Prosedur resmi dan aturan main ketatanegaraan harus dijalankan karena anggaran negara masuk ke dalam ranah publik, bukan anggaran privat atau perusahaan,” ujar Ibrahim.
Meski demikian, Ibrahim memperkirakan rupiah akan tetap kuat dalam jangka pendek. “Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif, tetapi ditutup menguat di rentang Rp 16.400 hingga Rp 16.450 per dolar AS,” katanya.

