BI Bina UMKM Yogyakarta agar Naik Kelas dan 'Go' Global
Poin Penting
|
YOGYAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat sebanyak 70 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Yogyakarta tengah dibina untuk memperkuat daya saing sekaligus mendorong ekspor. Langkah ini menjadi bagian strategi BI mendukung UMKM naik kelas melalui inovasi produk dan peningkatan kapasitas usaha.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Darmadi Sudibyo mengatakan, puluhan UMKM binaan tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai makanan dan minuman, fashion, batik, hingga aksesori.
Baca Juga
Kadin Fokus Perkuat UMKM dan Koperasi agar Ekonomi Kerakyatan Naik Kelas
“Dengan berbagai capacity building yang kita lakukan, harapannya mereka akan terus berinovasi, terus bisa mengembangkan berbagai produk mereka,” ujar Sudibyo di Yogyakarta, Jumat (23/8/2025).
Sudibyo menjelaskan, pembinaan UMKM yang dilakukan BI, meliputi pelatihan, pendampingan, serta kolaborasi dengan sejumlah instansi terkait. Pihaknya juga mendorong UMKM aktif mengikuti pameran berskala nasional, seperti Karya Kreatif Indonesia (KKI) agar pelaku usaha dapat memperluas jaringan dan menemukan pembeli baru.
“Sebagai gambaran, pada saat mereka mengikuti KKI, pasti mereka akan bisa mengenal buyer yang lebih luas, kemudian sales mereka juga pasti meningkat,” jelasnya.
Selain itu, BI mempertemukan UMKM dengan dinas perdagangan serta dinas UMKM di daerah, guna memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam mendampingi pelaku usaha agar terus tumbuh.
Baca Juga
Pemerintah Sediakan 1 Juta Sertifikasi Halal Gratis untuk UMKM, Begini Caranya
Dorongan ekspor dan tantangan
Lebih lanjut, Sudibyo menyebut pihaknya juga menargetkan agar sebagian UMKM binaan mampu menembus pasar ekspor. Namun, ia tidak menampik masih terdapat sejumlah kendala yang harus diselesaikan, terutama terkait persyaratan teknis dan standar ketat.
“Misalnya saja, ekspor itu sering kali dipersyaratkan minimum requirement, persyaratan untuk misalnya sektor makan-minum, food and beverage, itu kan mereka pasti punya satu set aturan yang sangat ketat. Inilah yang juga terus kita dorong. Nah, kaitannya dengan bagaimana mereka bisa lebih mudah melakukan ekspor,” jelasnya.

