BI Yakin Investasi Dongkrak Ekonomi RI Semester II-2025, Ini Alasannya
Poin Penting
|
YOGYAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) menyatakan, investasi diperkirakan tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II-2025.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juli Budi Winantya mengatakan, prospek ekonomi nasional semakin positif apabila tren ekspor berlanjut. Ia menilai hal itu akan meningkatkan keyakinan investor untuk menanamkan modal di dalam negeri.
Baca Juga
Ramalan Terbaru BI, Pertumbuhan Ekonomi Global Semakin Melambat
“Ekspor akan lebih tinggi sehingga menimbulkan confidence. Investasi juga lebih tinggi, belanja pemerintah lebih tinggi, serta didorong stimulus dari BI dan pemerintah. Ini yang akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi semester II-2025 akan lebih tinggi,” ujar Juli dalam pelatihan wartawan nasional di Yogyakarta, Jumat (22/8/2025).
Optimisme BI terhadap ekspor Indonesia datang di tengah penerapan tarif impor resiprokal Amerika Serikat (AS) sebesar 19%. Juli menilai kondisi Indonesia relatif lebih baik dibandingkan negara lain yang menghadapi tarif lebih tinggi, seperti China, Vietnam, maupun sejumlah negara Eropa.
“Kita yakini ke depan ekspornya masih akan tetap baik. Memang, secara umum karena tarifnya lebih rendah, confidence-nya lebih tinggi. Tentunya kita harapkan ekspornya ke depan juga meningkat,” jelas Juli.
Baca Juga
BI Optimistis Ekonomi RI 2025 Bisa Tumbuh Sampai 5,4%, Ini Faktor Pendorongnya
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 sebesar 5,12%. Dari sisi lapangan usaha, sektor jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,31%. Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa tumbuh paling cepat sebesar 10,67%.
BI sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 berada pada kisaran 4,6% hingga 5,4%. Dengan dorongan ekspor, investasi, dan belanja pemerintah, peluang mencapai batas atas proyeksi tersebut dinilai semakin terbuka.

