Jakarta Tegaskan Peran Strategis Jadi ASEAN Hub di Forum Kuala Lumpur
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjadi ASEAN hub, yakni pusat pertukaran ide, inovasi, dan kemitraan antar-kota di Asia Tenggara (ASEAN). Pesan ini disampaikan Kepala Biro Kerja Sama Provinsi DKI Jakarta Marulina Dewi dalam sesi panel Key Lessons: Lessons from ASUF, MGMAC, and AGMF – High Level Forum yang digelar di Kuala Lumpur belum lama ini.
MGMAC adalah singkatan dari Meeting of Governors and Mayors of ASEAN Capitals (Pertemuan Gubernur dan Walikota se-Ibu kota ASEAN), sedangkan AGMF merupakan ASEAN Governor dan Mayors Forum (Forum Gubernut Wali Kota ASEAN)
Marulina menekankan Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Indonesia, tetapi memainkan peran strategis sebagai etalase regional. Ia menilai Jakarta dapat menjadi pintu masuk solusi perkotaan berkelanjutan sekaligus memperkuat koneksi antar-masyarakat di Asia Tenggara.
Baca Juga
Tambah Ruang Terbuka di DKI Jakarta, Lapangan Banteng dan Taman AA Maramis Akan Digabung
“Melalui platform, seperti AGMF dan MGMAC, Jakarta siap menjadi ASEAN hub yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan, teknologi, dan budaya. Kami membuka Jakarta sebagai etalase untuk menampilkan solusi perkotaan berkelanjutan yang dapat diadopsi kota-kota ASEAN lainnya, sekaligus memperkuat koneksi antar masyarakat,” ujar Marulina dalam keterangannya, Minggu (17/8/2025).
Forum tersebut juga menghadirkan Wali Kota Kuala Lumpur Datuk Seri TPr Maimunah Mohd Sharif yang menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam implementasi ASEAN Community Vision 2045. Ia menegaskan bahwa pemerintah lokal merupakan ujung tombak dalam menerjemahkan kebijakan ke tingkat kota dan komunitas.
“Local governments are the frontline implementers of ASEAN Vision 2045. Kebijakan hanya akan berhasil jika diterjemahkan secara nyata di tingkat kota dan komunitas. Karena itu, kolaborasi lintas kota sangat penting untuk memastikan visi ini berjalan,” kata Maimunah.
Diskusi panel yang dipandu mantan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Wamenhub Bambang Susantono turut menghadirkan Wakil Perdana Menteri Sarawak YB Datuk Amar Sim Kui Hian dan Chief Executive NCIA Dato’ Mohamad Haris Kader Sultan. Para pemimpin kota dan provinsi sepakat memperkuat tata kelola multi-level antara ASEAN, pemerintah nasional, dan kota-kota melalui Way Forward Framework.
Jakarta dorong diplomasi perkotaan
Forum ini menjadi penutup rangkaian ASEAN Sustainable Urban Forum (ASUF), ASEAN Governors and Mayors Assembly Conference (MGMAC), dan ASEAN Governors and Mayors Forum (AGMF) di Kuala Lumpur. Pada 12–13 Agustus, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjadi pembicara utama, menandatangani beberapa nota kesepahaman (memorandum on understanding/MoU), serta ikut merumuskan Communique MGMAC.
Baca Juga
Bank Jakarta Distribusi 56.351 Penerima Baru Bansos PKD Pemprov DKI Jakarta
Langkah tersebut menegaskan posisi Jakarta sebagai motor penggerak diplomasi perkotaan di kawasan. Adapun isu pembangunan berkelanjutan, inovasi perkotaan, dan konektivitas antar masyarakat menjadi agenda utama.
Dengan visi ini, Jakarta tampil tidak hanya sebagai kota global Indonesia, tetapi pusat kolaborasi dan inovasi Asia Tenggara. Peran tersebut dipandang krusial dalam membangun ASEAN yang lebih terhubung, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju 2045.

