3 Hari Jelang Penutupan, ORI025 Kebanjiran Peminat
JAKARTA, investortrust.id - Tiga hari menjelang penutupan, peminat Obligasi Negara Retail (ORI) seri 025 kembali menunjukkan kenaikan. Data yang diterima Investortrust.id, per Senin (19/02/2024) mencapai Rp 16,86 triliun.
Saat ini, posisi pembelian ORI025 untuk tenor 3 tahun (T3) sejumlah Rp 13,7 triliun dan ORI025 untuk tenor 6 tahun (T6) sebesar Rp 3,16 triliun. Ada sebanyak 39.562 investor untuk ORI025-T3 yang memiliki besaran kupon 6,25% dan 39.562 investor untuk ORI025-T6 yang memiliki besaran kupob 6,4%
Pada 15 Februari 2024, Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) Deni Ridwan mengatakan, ORI025 telah menghasilkan dana Rp 10,87 triliun. Deni pun memprediksi ketertarikan investor pada ORI025-T3.
“Selama ini, yang favorit yang lebih pendek, yang tiga tahun. Ini karena yang enam tahun untuk investor yang lebih mature,” kata Deni beberapa waktu lalu.
Baca Juga
ORI019 Jatuh Tempo, Investor Diajak Reinvestasi ORI025 dengan Kupon Naik Tembus 6,40%
Penerbitan SBN Bisa Rp 160 Triliun
Deni memproyeksikan penjualan ORI025 dapat menarik dana dari masyarakat sebesar Rp 10-20 triliun. Dalam setahun, dia menyebut penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) bisa mencapai Rp 140-160 triliun.
““Kami sebenarnya bukan target per issuance (penerbitan) ya. Kami kan punya target setahun, untuk tahun 2024 ini ditargetkan Rp 140-160 triliun,” kata dia.
Deni berharap, beberapa investor yang sudah membeli ORI dapat kembali berinvestasi di ORI025, mengingat tawaran besaran kupon yang dijanjikan. Setelah penawaran ORI025, pemerintah akan menerbitkan sukuk ritel di awal Maret 2025.
Baca Juga
ORI25 Serap Dana Investor Rp 10,87 Triliun, Ditawarkan Sejak 29 Januari 2024
Deni mengatakan, dana hasil penjualan ORI025 akan digunakan untuk membiayai defisit APBN 2024. Dia membantah dana akan digunakan untuk membiayai proyek spesifik tertentu.
“Jadi penerbitan SBN ritel itu untuk pembiayaan defisit APBN. Kami menerbitkan SUN baik retail maupun yang nonretail, nanti masuk kas umum penerimaan negara, nanti campur dengan penerimaan pajak macam-macam, baru dialokasikan ke berbagai program pemerintah,” ujar dia.

