Pemesanan ORI025 Sempat Melambat Akibat Pemilu
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Deni Ridwan, mengatakan, pemesanan ORI025 mengalami perlambatan karena libur panjang dan Pemilu 2024.
Dua momen tadi dinilai menjadi penyebab pemesanan ORI025 baru mencapai Rp 10,87 triliun pada awal tahun ini.
“Sebetulnya dibanding tahun lalu SBN ritel di awal tahun memang lebih kencang (pemesanannya). Tapi di tahun ini, memang sedikit lambat karena ada faktor libur panjang,” kata Deni di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (15/02/2024).
Baca Juga
ORI25 Serap Dana Investor Rp 10,87 Triliun, Ditawarkan Sejak 29 Januari 2024
Deni mengatakan selama libur panjang investor kemungkinan fokus terhadap aktivitas yang dilakukan. Selain libur, Deni menyebut kemungkinan investor menunggu pemilu usai digelar.
“Mungkin karena ada pemilu sehingga investor wait and see sampai pemilu selesai dan bagaimana hasilnya,” ujar dia.
Deni memproyeksikan penjualan ORI025 ini dapat mencapai Rp 15 - Rp 20 triliun. Dia mengatakan, pemerintah belum berencana menambah kuota ORI025 karena masih terus memantau perkembangan ketertarikan investor.
“Kita akan melihat, apakah investor masih banyak yang menunggu. Kita akan lihat dalam beberapa hari terakhir,” ujar dia.
Baca Juga
Imbal Hasil Treasury 10-tahun Terkoreksi setelah Penjualan Ritel AS Turun Tajam
Deni mengatakan, hingga 15 Februari 2024, ORI025 telah menghasilkan dana Rp 10,87 triliun. Deni mengatakan penjualan ORI025-T3 mampu menarik dana milik masyarakat sebesar Rp 8,62 triliun dan penjualan ORI025-T6 mampu menarik dana sebesar Rp 2,27 triliun.
Adapun dana hasil penjualan ORI025 ini akan digunakan untuk membiayai defisit APBN 2024. Dia membantah dana akan digunakan untuk membiayai proyek spesifik tertentu.

